Jambi – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan peran UMKM sebagai penopang penting ekonomi nasional saat membuka Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi di Kota Jambi, Senin (22/6/2026). Ia menilai, sektor usaha kecil dan menengah itu masih kerap dipandang sebelah mata meski terus tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian.
Dalam sambutannya, Afriansyah menolak anggapan bahwa UMKM hanya menjadi jalan singgah bagi pencari kerja yang gagal masuk ke perusahaan besar. Menurut dia, justru di sektor inilah tenaga kerja dibentuk menjadi lebih kreatif, adaptif, dan solutif di tengah berbagai keterbatasan.
Ia menekankan, masa depan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada segelintir korporasi besar. Karena itu, Afriansyah mendorong generasi muda agar lebih terbuka melihat peluang kerja dan usaha di UMKM yang banyak membutuhkan gagasan segar serta kemampuan digital.
“Masa depan ekonomi kita tidak hanya digantungkan pada segelintir perusahaan besar, melainkan pada jutaan UMKM yang bergerak lincah di akar rumput. Kepada generasi muda, jika pintu korporasi besar belum terbuka, tengoklah kanan-kiri Anda. Ada banyak UMKM berkembang yang butuh pikiran segar dan keahlian digital Anda,” ujar Afriansyah.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan job fair menjelang Hari Bhayangkara itu. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membuka akses kerja, tetapi juga menjadi langkah taktis untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Job Fair ini sekaligus memastikan stabilitas nasional tetap terjaga melalui penguatan ekonomi keluarga,” katanya.
Afriansyah menilai langkah Polda Jambi mencerminkan semangat Bhayangkara sebagai Rastra Sewakotama, atau abdi utama bagi nusa dan bangsa. Ia menyebut keterlibatan kepolisian dalam mempertemukan pencari kerja dan penyedia lapangan kerja sebagai bentuk pencegahan terhadap ketimpangan sosial.
“Ketika institusi kepolisian membuka ruang selebar-lebarnya untuk memfasilitasi pertemuan antara penyedia dan pencari kerja, ini adalah langkah preventif terbaik. Ini bentuk penegakan hukum dalam dimensi paling mulia, yaitu mencegah ketimpangan sosial,” tambahnya.
Kepada dunia usaha dan industri, Afriansyah mengingatkan agar proses rekrutmen berlangsung inklusif, transparan, dan adil. Ia berharap anak muda Jambi mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Sementara kepada para pencari kerja, ia meminta agar peluang yang tersedia dimanfaatkan dengan berani. Ia juga mendorong mereka menampilkan kompetensi dan etos kerja yang tinggi.
“Acara Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam mengentaskan pengangguran dan memperluas kesempatan kerja di wilayah Provinsi Jambi,” ujarnya.
Afriansyah menambahkan, upaya menekan pengangguran dan membuka lapangan kerja selama ini kerap dianggap hanya menjadi tugas Kementerian Ketenagakerjaan dan dinas terkait. Namun, menurut dia, kegiatan di Jambi membuktikan bahwa peran itu bisa dijalankan bersama.
“Namun, apa yang kita saksikan hari ini, adalah sebuah pembuktian yang menginspirasi kita semua,” katanya.







