Padang – Universitas Andalas (Unand) kehilangan salah satu sosok dosen terbaiknya, Yoserizal, yang memasuki masa purna bakti setelah lama mengabdi di Departemen Administrasi Publik FISIP Unand. Dikenal dekat dengan mahasiswa dan kolega, Yoserizal meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Dedikasi dan semangat Yoserizal dalam mengembangkan institusi menjadi inspirasi bagi para dosen muda. Alfitri, Dosen Departemen Sosiologi FISIP Unand, mengungkapkan Yoserizal selalu bersemangat meningkatkan kualitas diri dan lembaga.
“Pak Yos lebih dari sekadar kolega, ia adalah sahabat yang selalu mendukung dan memberi semangat,” kata Alfitri, mengenang sosok Yoserizal.
Alfitri menceritakan, sejak menjadi dosen muda, Yoserizal aktif mengikuti berbagai seminar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bahkan, ia rela menggunakan dana pribadi untuk menambah ilmu dan memperluas jaringan.
“Kita boleh melihat kemajuan orang atau perguruan tinggi lain, tapi jangan hanya diam. Kita bisa belajar, lalu membawa pulang ide-ide itu dan mulai menerapkan,” kenang Alfitri, menirukan ucapan Yoserizal.
Semangat Yoserizal juga terlihat saat mendampingi Alfitri melakukan benchmarking ke sejumlah universitas terkemuka di Jawa. Alfitri menambahkan, Yoserizal selalu memperhatikan detail, mulai dari kurikulum hingga kesejahteraan dosen.
“Mereka bisa punya waktu dan energi untuk riset karena kebutuhan dasarnya terpenuhi,” kata Yoserizal, seperti ditirukan Alfitri, saat mengamati kondisi di Universitas Indonesia (UI).
Alfitri berharap, semangat dan dedikasi Yoserizal dapat menginspirasi generasi dosen berikutnya untuk terus bergerak, belajar, dan peduli terhadap kemajuan institusi.







