Padang – Kualitas air baku di kawasan Lubuk Paraku, Kota Padang, terancam akibat aktivitas pembangunan proyek strategis nasional fly over Sitinjau Lauik. Kondisi ini memicu desakan dari Komisi V DPR RI agar PT Hutama Karya (Persero) segera memperketat mitigasi dampak lingkungan di area proyek.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyoroti keruhnya air yang masuk ke intake Perumda AM Padang akibat pengerukan material proyek. Menurutnya, PT Hutama Karya harus mengambil langkah antisipasi ekstra, khususnya dalam menghadapi curah hujan tinggi yang diprediksi terjadi pada akhir tahun.
“Ada beberapa persoalan yang harus kita carikan solusi bersama. Kami minta PT HK bekerja ekstra, tidak hanya di area intake, tetapi juga sampai ke hulu,” ujar Zigo saat melakukan kunjungan kerja, Kamis (22/10/2026).
Menanggapi desakan tersebut, PT Hutama Karya berkomitmen membangun sedimen trap atau kolam penampung lumpur. Fasilitas ini dirancang untuk menahan material galian agar tidak terbawa arus saat hujan deras, sehingga operasional pengolahan air bersih tetap terjaga.
Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, memastikan telah tercapai kesepakatan antara kontraktor proyek dan Perumda AM Padang untuk menormalisasi kondisi air baku. Pihaknya mendukung penuh keberlanjutan proyek tersebut dengan catatan kualitas air bagi masyarakat tidak boleh dikorbankan.
“Untuk masalah ini sudah ada solusi antara PT HK dengan Perumda AM Padang. Kami mendukung penuh komitmen mereka agar proyek jalan, namun kualitas air tidak terganggu,” kata Raju.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, menyatakan pihaknya akan memantau dampak proyek secara intensif. Jika tingkat kekeruhan air melampaui batas, tim di lapangan akan segera melakukan pengikisan sedimen di titik terdampak.
Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, mengakui bahwa kolaborasi dengan PT Hutama Karya telah memberikan dampak nyata, termasuk bantuan bahan kimia penjernih air. Ia berharap sinergi ini terus terjaga hingga seluruh rangkaian proyek selesai dikerjakan.
“Kami berterima kasih kepada Zigo Rolanda yang intens memberi perhatian. Semoga langkah ini menjadi solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap aman, sementara proyek nasional ini berjalan tanpa kendala,” pungkas Hendra.







