Latih BHD: Padang Panjang Tingkatkan Kemampuan Pertolongan Medis Warga

wawako-padang-panjang-buka-pelatihan-bantuan-hidup-dasar:-tingkatkan-kemampuan-hadapi-kondisi-darurat
Wawako Padang Panjang Buka Pelatihan Bantuan Hidup Dasar: Tingkatkan Kemampuan Hadapi Kondisi Darurat

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang menggencarkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam. Inisiatif yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat medis.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, secara langsung membuka pelatihan yang diikuti oleh 30 perwakilan dari Kecamatan Padang Panjang Timur, Rabu (9/7), di Aula Hotel Pangeran.

Baca Juga

Allex Saputra dalam sambutannya menyampaikan, pelatihan BHD merupakan langkah strategis pemerintah kota dalam mewujudkan masyarakat yang tanggap memberikan pertolongan pertama. “Kegiatan ini sangat penting, karena kita ingin memastikan bahwa di setiap lingkungan masyarakat ada individu yang mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat sebelum petugas medis tiba. Ini adalah bagian dari upaya penyelamatan nyawa,” ungkap Allex, Rabu (9/7).

Selain itu, Allex juga menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gaya hidup sehat. “Dengan menjaga lingkungan yang bersih, kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar kita. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang. Program ini bertujuan agar setiap rumah tangga memiliki setidaknya satu orang yang terlatih memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat.

“Kami ingin agar masyarakat memiliki keterampilan dasar menyelamatkan nyawa. Jika ada tetangga yang tiba-tiba pingsan atau mengalami cedera akibat reruntuhan, peserta pelatihan ini diharapkan dapat segera memberikan bantuan awal sebelum tim medis datang,” jelas dr. Faizah, Rabu (9/7). Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar mampu mengidentifikasi korban prioritas dalam situasi bencana dan memahami langkah penanganan yang tepat.

Pelatihan BHD ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang tanggap bencana, sehat, dan peduli terhadap keselamatan sesama.

Rekomendasi