Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengambil langkah tegas dengan memberlakukan pembelajaran daring untuk seluruh siswa PAUD, SD, dan SMP mulai 28 hingga 29 November 2025. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap status tanggap darurat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Inhendri Abbas, menyatakan bahwa keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama. “Keamanan peserta didik dan tenaga pendidik merupakan prioritas. Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan situasi di lapangan, pembelajaran daring diberlakukan sementara waktu,” ujarnya secara langsung.
Kebijakan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 360-761-2025 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Sumatera Barat Tahun 2025, serta Surat Keputusan Bupati Tanah Datar Nomor 100.3.3.2/427/BPBD-2025.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar telah mengeluarkan instruksi yang mengatur pelaksanaan pembelajaran daring, di mana guru akan membimbing siswa dalam pembelajaran jarak jauh.
Jika kondisi belum memungkinkan setelah dua hari, sekolah diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan lanjutan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Seluruh sekolah diwajibkan untuk memastikan siswa tetap menerima layanan pendidikan dan tugas belajar yang terstruktur selama masa pembelajaran daring.
Selama masa tanggap darurat, seluruh sekolah dilarang mengadakan kegiatan di luar ruangan untuk meminimalkan risiko.
Asesmen Semester Ganjil tetap dijadwalkan berlangsung pada 8-15 Desember 2025.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar meminta pengawas sekolah, penilik, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk terus memantau situasi dan melaporkan perkembangan kepada dinas terkait.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap langkah ini dapat meminimalkan risiko bagi siswa dan guru selama cuaca ekstrem dan potensi bencana masih tinggi.







