Agam – Pasar Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilanda galodo berulang pada Kamis (1/1), terjadi sekitar empat sampai lima kali sepanjang hari dan menyebabkan kerusakan bangunan serta menyumbat aliran sungai dengan kayu, batu, dan lumpur.
Galodo susulan tercatat sekitar pukul 16.20 WIB sepanjang aliran Batang Aia Muaro Pisang setelah kejadian berulang sejak dini hari. Material banjir berupa kayu, batu, dan lumpur menyapu permukiman serta fasilitas yang berada di tepi sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghofur, mengatakan timnya menyaksikan langsung peristiwa itu saat melakukan penanganan awal. “Galodo ini sudah terjadi berulang sejak dini hari tadi. Dari pagi hingga sore ini sudah sekitar empat sampai lima kali kejadian,” ujarnya.
Ghofur menambahkan galodo sempat menerjang sekitar pukul 11.00 WIB saat petugas masih memantau lapangan. Data sementara BPBD Kabupaten Agam mencatat kerusakan berat pada empat unit rumah warga, tiga unit kedai atau warung, dan dua unit vila; angka kerugian materiil diperkirakan akan bertambah seiring pendataan yang masih berlangsung.
BPBD bersama unsur terkait terus memantau kondisi sepanjang aliran Batang Aia Muaro Pisang dan mengerahkan penanganan darurat untuk membersihkan material serta mengevakuasi titik-titik terdampak. Abdul Ghofur mengimbau warga di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi aktivitas di tepi sungai. “Kami mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di dekat sungai, karena kondisi masih labil dan berpotensi terjadi galodo susulan,” tegasnya.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana lanjutan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, sementara pemerintah daerah terus memberikan bantuan kepada warga terdampak dan mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi risiko di masa mendatang.







