400 Mahasiswa Unand Diterjunkan Memverifikasi Rumah Rusak di Sumbar

empat-ratus-mahasiswa-unand-dukung-proses-verifikasi-rumah-rusak-di-sumbar
Empat Ratus Mahasiswa UNAND Dukung Proses Verifikasi Rumah Rusak di Sumbar

Padang – Untuk mempercepat verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat banjir dan longsor, 400 mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) dikerahkan Jumat (2/1/2025) sebagai bagian dari tahapan pemulihan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Sumatera Barat yang diklaim telah memasuki fase pemulihan sejak 22 Desember 2025.

Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan penanggulangan bencana harus dilakukan secara multipihak melalui kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. “Termasuk di dalamnya akademisi dan para pakar. Maka dari itu BNPB selalu bekerjasama dengan pakar dan mahasiswa yang ada di Indonesia khususnya di Sumbar untuk penanganan bencana seperti yang akan kita lakukan hari ini,” ujar Rustian.

Bacaan Lainnya

Rustian menjelaskan ke-400 mahasiswa merupakan peserta program Kerja Kuliah Nyata (KKN) dan akan menyebar ke 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat untuk mendata serta memverifikasi kondisi rumah terdampak. Penilaian kerusakan dibagi tiga kategori—rusak ringan, sedang, dan rusak berat—yang telah disiapkan BNPB sesuai peraturan yang berlaku.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa mendapat pembekalan terkait format serta poin verifikasi dan validasi yang harus diisi. Mereka juga akan didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama proses pendataan berlangsung untuk memastikan keamanan dan akurasi data.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada kampus dan meminta mahasiswa menjalankan tugas sesuai ketentuan BNPB. “Kami Universitas Andalas berkomitmen terus menerus menjadi mitra, untuk menjadi solusi dalam proses pemulihan ataupun dalam proses rekonstruksi pascabencana yang terjadi di negara kita,” kata Efa.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menekankan pentingnya data verifikasi sebagai acuan rehabilitasi dan rekonstruksi. “Ada 20 ribu lebih rumah rusak di Sumbar. Verifikasi tingkatan kerusakan, apakah rusak ringan, sedang, maupun berat ini penting untuk menjadi acuan dalam membangun hunian tetap nantinya,” ujar Mahyeldi.

Verifikasi dan validasi rumah rusak dijadwalkan dimulai Sabtu (3/1/2025) dan ditargetkan rampung pada Rabu (7/1/2025).

Pos terkait