BPBD Payakumbuh Asah Kesiapsiagaan Siswa Disabilitas Lewat Simulasi Evakuasi

tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-siswa-disabilitas,-bpbd-payakumbuh-gelar-simulasi-evakuasi
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Siswa Disabilitas, BPBD Payakumbuh Gelar Simulasi Evakuasi

Payakumbuh – Untuk memastikan akses informasi dan fasilitas evakuasi yang ramah bagi penyandang disabilitas, BPBD Kota Payakumbuh menyelenggarakan sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan, pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan itu dimaksudkan meningkatkan keterampilan evakuasi dan perencanaan yang inklusif bagi kelompok rentan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menyatakan program ini adalah tindak lanjut arahan Wali Kota Zulmaeta untuk menerapkan mitigasi bencana yang inklusif. “Kegiatan ini sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,” kata Devitra.

Baca Juga

Devitra menjelaskan penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan berinteraksi dengan lingkungan, terutama saat darurat, sehingga berpotensi mengalami kesulitan merespons dengan cepat. “Dalam kondisi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kita hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,” ujar dia.

Ia menegaskan edukasi mitigasi bencana harus disertai praktik langsung agar efektif. “Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” kata Devitra. “Tujuan akhirnya adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah, sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, diikuti 50 siswa dan 12 guru. Menurut narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, materi dan simulasi disusun sederhana serta aplikatif untuk memudahkan pemahaman peserta.

“Materi yang kami berikan meliputi pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas,” ujar Meri. Ia menekankan pentingnya praktik: “Kami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah, sehingga peserta memiliki gambaran nyata langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.”

Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai program sesuai kebutuhan sekolah. “Kami sangat terkesan karena kegiatan ini tergolong baru bagi warga sekolah kami, namun memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” kata Silvia.

Silvia menambahkan kegiatan meningkatkan kesiapan siswa dan guru. “Siswa menjadi lebih paham, sementara guru juga semakin siap dalam mendampingi dan mengarahkan mereka saat kondisi darurat,” ujarnya, dan menyebut akan mengusulkan agar kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali agar kesiapsiagaan tetap terjaga. Selain itu, sekolah akan menindaklanjuti dengan penyusunan jalur evakuasi sesuai standar mengingat sebagian siswa tinggal di asrama, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama.

Rekomendasi