Padang – Dompet Dhuafa meluncurkan Program MUFAKAT atau Modal Usaha Bermanfaat untuk Masyarakat guna membantu pemulihan usaha mikro dan kecil di Sumatera Barat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Program ini diperkenalkan dalam seminar bertajuk “Microfinance Syariah dalam Pemulihan UMKM Pascabencana” di Convention Hall Universitas Andalas, Senin (4/5/2026).
MUFAKAT hadir dengan skema pembiayaan berbeda dari umumnya karena menawarkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa margin. Program tersebut dijalankan Dompet Dhuafa melalui mitra pelaksana Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB) dengan menggandeng Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai pengelola.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan beban jasa pengelolaan tidak dibebankan kepada masyarakat penerima manfaat. Ia menyebut seluruh biaya tersebut ditanggung Dompet Dhuafa.
“Intinya, BMT kita tugaskan mengelola pembiayaan tanpa margin dan tanpa bunga. Sebagai imbal jasa pengelolaan bagi BMT, Dompet Dhuafa yang akan memberikan dana jasa tersebut. Jadi, ini benar-benar pembiayaan tanpa beban tambahan bagi pelaku usaha mikro,” ujar Ahmad.
Program ini menyasar ratusan pelaku usaha kecil yang kehilangan aset dan modal akibat bencana. Ahmad menekankan MUFAKAT bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari upaya pemulihan ekonomi jangka panjang.
“Fokus kami adalah penanganan pascabencana dari sisi ekonomi. Kami ingin mereka yang usahanya sempat terhenti bisa kembali aktif, mandiri, dan meraih pendapatan normal secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa menggandeng sembilan BMT lokal. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam dua tahap, yakni lima BMT meneken kontrak di Universitas Andalas pada hari ini, sementara empat BMT lainnya dijadwalkan menyusul di Kantor Pemprov Sumatera Barat pada Selasa (5/5/2026).
Program ini juga mendapat apresiasi dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Buya, sapaan akrabnya, mendorong lembaga nonpemerintah untuk terus bersinergi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, program ini turut memasukkan unsur edukasi dengan melibatkan BEM FEB KM UNAND. Keterlibatan mahasiswa dimaksudkan untuk mengenalkan konsep microfinance syariah kepada generasi muda sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi.
Pada tahap awal, program diprioritaskan bagi penyintas bencana. Namun, Dompet Dhuafa membuka peluang bagi pelaku UMKM di luar wilayah terdampak untuk ikut mengakses program tersebut pada tahap pengembangan berikutnya. Melalui MUFAKAT, UMKM Sumbar diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali naik kelas.







