Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sumbar untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan tokoh Minangkabau sebagai landasan utama dalam bekerja. Baginya, semangat pengabdian para pendahulu harus diadaptasi untuk mengatasi tantangan keterbatasan di era saat ini.
Hal ini disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarak bertema “Menapak Jejak, Menyulam Teladan: Masa Muda Tokoh-Tokoh Minangkabau” di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (1/11/2026).
“Karakter dan integritas para tokoh terdahulu perlu kita tiru dan hadirkan kembali. Setiap keterbatasan harus dimaknai sebagai tantangan sekaligus peluang untuk melahirkan inovasi,” ujar Mahyeldi.
Menurut Gubernur, para pahlawan asal Minangkabau membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Semangat inilah yang diharapkan mampu memacu ASN untuk tetap berprestasi meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Selain meneladani semangat kepahlawanan, Mahyeldi menekankan pentingnya internalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK yang diselaraskan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Ia meminta nilai-nilai tersebut tidak sekadar menjadi formalitas tugas, melainkan melekat dalam keseharian ASN.
“Jadikan nilai-nilai tersebut sebagai karakter kita, baik sebagai ASN maupun sebagai masyarakat Minangkabau,” tegasnya.
Dalam agenda tersebut, Mahyeldi juga memberikan apresiasi kepada ASN yang memasuki masa purna bakti pada tahun 2026. Ia berharap dedikasi yang telah diberikan selama masa tugas dapat menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi daerah dan negara.
Bagi ASN yang masih aktif, Gubernur berpesan agar terus memupuk profesionalisme dan menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan publik terbaik. Melalui momentum Subuh Mubarak ini, Pemprov Sumbar berharap integritas dan kapasitas diri para abdi negara dapat terus diperkuat demi kemaslahatan masyarakat luas.







