Jakarta – Juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin mengaku sempat nyaris pensiun setelah mengalami cedera parah sepanjang musim 2025 yang membuatnya hanya mampu mengikuti tujuh dari 22 balapan.
Musim 2025 menjadi titik terendah bagi Martin, yang dikenal dengan julukan “Martinator”, ketika ia mengalami patah delapan tulang di berbagai bagian tubuh termasuk rusuk, punggung, dan bahu. Akibatnya ia menjalani beberapa operasi dan pemulihan panjang yang menimbulkan ujian mental berat.
“Saya sempat berpikir untuk berhenti. Rasa sakitnya luar biasa dan masa pemulihannya sangat panjang,” ujar Martin, seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Rabu (24/12/2025). Ia menambahkan bahwa rasa sakit fisik bisa disembuhkan, tetapi ketakutan untuk kembali memacu motor dengan kecepatan tinggi menjadi tantangan tersendiri.
Menjelang musim 2026, Martin mengubah pola pikir dan menata ulang pendekatan balapnya dengan menempatkan konsistensi sebagai prioritas utama, alih-alih mengejar kemenangan berisiko tinggi. Ia menegaskan perlu mengendalikan ego dan menerapkan manajemen risiko untuk menghindari kecelakaan serupa.
“Pelajaran terpenting bagi saya adalah tidak melakukan lebih dari yang seharusnya. Terkadang saya tidak mengenal motor sepenuhnya, tapi saya memaksanya hingga batas (limit), itulah penyebab kecelakaan. Ini adalah hal utama yang saya pelajari,” kata Martin.
Dengan kondisi fisik yang diklaim telah pulih 100 persen, Martin menyatakan siap tampil lebih dewasa dan penuh perhitungan untuk menantang dominasi Ducati pada musim depan.
Sementara itu, narasumber lain, Marc Marquez, menilai era dominasinya di MotoGP tidak akan bertahan lama meski ia merebut gelar juara dunia 2025. Marquez kini fokus pada target musim 2026 dan proses pemulihan cederanya.







