Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperketat pemeriksaan dan perawatan sarana serta prasarana perkeretaapian di seluruh wilayah operasional untuk menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, mulai dari banjir, longsor, amblesan tanah, hingga pergeseran kontur tanah di sejumlah titik rawan di Sumatera Barat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Divre II Sumbar menggelar Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) Prasarana yang melibatkan jajaran manajemen dan petugas teknis.
Kegiatan diawali dengan briefing di Ruang Buya Hamka yang dipimpin Manager Operasi Fasilitas Angkutan dan Pengendalian Perjalanan KA, Acep S Manan. Dalam arahannya, Acep menegaskan pemeriksaan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh operasional perkeretaapian berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap unsur vital prasarana. Petugas memeriksa kondisi rel, termasuk rel retak, patah, dan gompel, bantalan, profil ballast, sistem penambat, hingga sambungan rel. Tim juga meninjau geometri jalur, ruang bebas, ruang manfaat jalur, area sekitar rel yang dipenuhi tanaman liar, lengkung, wesel, jembatan, terowongan, sistem persinyalan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Pada jembatan dan bangunan pendukung, pemeriksaan difokuskan pada kondisi lendutan, stabilitas konstruksi, dan daya dukung untuk operasional perjalanan kereta api. Sementara itu, pada sistem persinyalan, petugas memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal agar keselamatan dan kelancaran perjalanan tetap terjaga.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan kondisi geografis Sumatera Barat di sejumlah petak jalur memiliki potensi pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, KAI terus memperkuat langkah mitigasi preventif demi menjaga keandalan jalur.
“Petugas prasarana bersama tim manajemen secara berkala melakukan pemetaan prioritas perawatan dan inspeksi berjalan kaki di seluruh wilayah operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” ujar Reza dalam keterangan pers, Rabu (13/5/2026).
Selain memperkuat aspek teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar rel serta segera melaporkan jika menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional.
Reza menilai sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan, terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara konsisten. Seluruh unit operasional KAI Divre II Sumbar akan terus bersiaga penuh untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, andal, dan selamat,” kata Reza.







