Dharmasraya – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau progres preservasi jalan ruas Sungai Rumbai-Junction Koto Baru di Kabupaten Dharmasraya, Rabu (6/5/2026). Kunjungan itu menyoroti pentingnya proyek tersebut dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam peninjauan lapangan itu, Zigo menilai infrastruktur jalan yang memadai akan memberi dampak langsung bagi aktivitas masyarakat. Menurut dia, jalan yang baik tidak hanya mempermudah arus barang dan jasa, tetapi juga membuka akses transportasi yang selama ini masih terkendala.
“Kami memiliki komitmen kuat untuk memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur yang didanai negara ini benar-benar memberikan manfaat yang terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Terutama dalam hal meningkatkan konektivitas antar daerah dan secara substansial mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Dharmasraya,” ujar Zigo Rolanda.
Ia menegaskan, pengawasan di lapangan perlu dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas yang baik. Zigo menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas pengawasan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur nasional di berbagai daerah.
“Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan manifestasi dari komitmen kami di Komisi V DPR RI untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target yang dicanangkan, dan hasilnya dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Proyek preservasi jalan itu memakai skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract (MYC). Kontraknya telah ditandatangani pada 31 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada 2027.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 5,45 kilometer, rehabilitasi mayor 11,80 kilometer, serta rehabilitasi minor pada segmen 2,1 kilometer.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Barat, Zigo juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan konstruksi serta transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran pemerintah.
“Kami memberikan penekanan yang sangat serius pada aspek kualitas pekerjaan dan ketepatan progres di lapangan. Tujuannya adalah agar pembangunan infrastruktur ini dapat mencapai tingkat optimalisasi yang sesungguhnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.







