Kemenperin Finalisasi SNI SEPABLOCK, Semen Padang Siap Jadi Pelopor Industri Hijau

finalisasi-standar-nasional:-sepablock-pt-semen-padang-diuji-kemenperin
Finalisasi Standar Nasional: SEPABLOCK PT Semen Padang Diuji Kemenperin

Padang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfinalisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Bata Interlock Presisi (BIP) atau Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) guna mendorong inovasi dan keberlanjutan di industri semen. Standarisasi ini diharapkan mendukung penggunaan semen ramah lingkungan dan mencapai target Net Zero Emission (NZE).

Ketua Tim Pembinaan Sektor Industri Semen dan Barang dari Semen Kemenperin, Regina Anindita, menyatakan finalisasi RSNI BIP/SEPABLOCK selaras dengan roadmap dekarbonisasi industri semen nasional menuju Net Zero Emission 2050. “Kami ingin memastikan bahwa proses produksi bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang telah mengadopsi prinsip ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menegaskan kesiapan perusahaannya menjadi pelopor produk hijau di industri semen. “Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang ingin terus menjadi pelopor inovasi industri yang tidak hanya mengutamakan kualitas, tetapi juga keberlanjutan,” kata Andria.

Inovasi SEPABLOCK, yang dikembangkan PT Semen Padang sejak 2019, mendukung pembangunan berwawasan lingkungan. Tenaga Ahli SEPABLOCK, Prof. Jafril Tanjung, menjelaskan bahwa penggunaan SEPABLOCK dapat menghemat biaya hingga 10 persen dibandingkan material lain karena proses pembangunan lebih cepat dan tidak memerlukan plester atau aci.

Kepala Departemen Produksi BIP PT Semen Padang, Fery Sarvino, menambahkan bahwa SEPABLOCK telah melalui serangkaian uji coba dan pengujian laboratorium untuk memastikan keunggulan teknis, keramahan lingkungan, dan efisiensi penggunaannya. Produk ini diproduksi tanpa proses pembakaran dan pengecoran, serta telah lolos uji ketahanan terhadap gempa dari Kementerian PUPR.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam Kemenperin melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang pada 7-8 Oktober 2025 untuk menuntaskan seluruh aspek teknis, mulai dari dimensi, bahan baku, proses produksi, hingga aspek lingkungan.

Rekomendasi