Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi terus mempercepat penataan wajah kota sekaligus pengamanan aset daerah untuk menjaga daya tarik kota dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Fokus itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, dalam jumpa pers bersama wartawan di Aula Balai Kota Bukittinggi, Rabu, 5 Agustus 2026.
Rismal menjelaskan, langkah penataan menjadi prioritas karena perekonomian Bukittinggi sangat bergantung pada sektor jasa, perdagangan, dan kunjungan wisatawan. Pemerintah daerah, kata dia, ingin menghadirkan kota yang lebih tertata, menarik, dan nyaman agar jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat.
“Semakin banyak orang berkunjung ke Bukittinggi, makin banyak orang berbelanja, makin banyak yang menginap, ekonomi akan bergerak. Karena itu kota kita harus menarik, tertata, indah dan estetik,” ujarnya.
Ia menyebut penataan dilakukan di sejumlah titik pusat kota, mulai dari pedestrian, trotoar, hingga badan jalan. Pemko Bukittinggi juga menata kabel secara bertahap dengan memasukkannya ke bawah tanah.
Selain itu, pemerintah menambah pencahayaan kota, mempercantik taman, dan menata pedagang serta kawasan usaha.
“Semua kita benahi sehingga kota kita menjadi kota yang menarik, kota yang indah, kota yang tertata, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kunjungan,” kata Rismal.
Di saat yang sama, Pemko Bukittinggi juga memperkuat pengamanan aset daerah, mulai dari tanah, bangunan, hingga kendaraan. Langkah tersebut dilakukan sesuai ketentuan pengelolaan barang milik daerah, termasuk Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 yang telah diubah dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2024.
“Semua aset pemerintah daerah ini kita lakukan pengamanannya. Sesuai dengan ketentuan, akan kita lakukan penataan dan pengamanan. Artinya, aset ini harus kita maksimalkan untuk mendukung kegiatan pemerintah,” ujarnya.







