Peternak Nasional Andalkan Sapi Pesisir Padang Mengatas sebagai Plasma Nutfah

sapi-pesisir-dari-padang-mengatas:-plasma-nutfah-lokal-yang-kian-diminati-peternak-nasional
Sapi Pesisir dari Padang Mengatas: Plasma Nutfah Lokal yang Kian Diminati Peternak Nasional

Padang – Sapi Pesisir semakin diandalkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional setelah BPTU-HPT Padang Mengatas berhasil meningkatkan jumlah dan performa reproduksi ternak ini; populasi mencapai 648 ekor pada awal 2026 dan kontribusi kelahiran tercatat 46,44 persen dalam lima tahun terakhir.

BPTU-HPT Padang Mengatas mengembangkan sapi Pesisir dengan sistem pemeliharaan berbasis padang penggembalaan yang terarah. Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, mengatakan, “Dengan dukungan areal pastura yang luas, ternak dipelihara secara alami namun tetap dalam pengawasan ketat terkait manajemen produksi, reproduksi, kesehatan, serta kecukupan pakan. Sistem ini menghasilkan sapi yang sehat, tangguh, dan memiliki kualitas genetik yang terjaga.”

Bacaan Lainnya

Pengembangan dimulai dari penjaringan ternak milik masyarakat: institusi menghimpun 50 ekor pada 2013, menambah 55 ekor pada 2014, dan melakukan pengadaan terbesar 150 ekor pada 2015. Sejak itu, populasi sapi Pesisir tumbuh konsisten berkat manajemen pembibitan terencana, seleksi bibit ketat, dan pengelolaan reproduksi berkesinambungan hingga mencapai 648 ekor pada awal 2026.

Dalam lima tahun terakhir, sapi Pesisir mencatat tingkat kelahiran tertinggi dibanding rumpun sapi lain yang dipelihara unit kerja tersebut, dengan kontribusi hampir setengah dari total kelahiran setiap tahun. Persentase kelahiran 46,44 persen menunjukkan fertilitas yang baik dan efisiensi jarak beranak yang optimal.

Keunggulan lain sapi Pesisir adalah adaptasi terhadap lingkungan tropis: tahan terhadap suhu panas, mampu memanfaatkan hijauan lokal secara efisien, dan relatif tangguh menghadapi tekanan lingkungan serta penyakit. Dengan ukuran tubuh yang kompak dan kebutuhan nutrisi tidak terlalu tinggi, sapi ini cocok dikembangkan pada sistem pemeliharaan ekstensif maupun intensif.

Minat peternak terlihat dari tingginya angka distribusi yang dilakukan BPTU-HPT Padang Mengatas. Pada periode 2018–2025 sapi Pesisir menyumbang sekitar 43,26 persen dari total penyaluran ternak, yakni 1.108 ekor dari 2.561 ekor yang didistribusikan, memperlihatkan kepercayaan peternak terhadap kualitas dan potensi ekonomi ternak tersebut. Dukungan pembibitan terstruktur dan pengawasan profesional institusi memastikan peningkatan mutu genetik tanpa menghilangkan karakter adaptif alami sapi Pesisir.

Lebih dari sekadar ternak lokal, sapi Pesisir kini dipandang sebagai aset genetik nasional yang penting bagi pembangunan peternakan Indonesia; pengembangan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan populasi nasional sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi peternak di berbagai daerah.

Pos terkait