Padang – Realisasi investasi di Kota Padang pada Triwulan I 2026 menembus Rp643,6 miliar. Capaian ini membuka tahun dengan tren positif bagi dunia usaha di ibu kota Sumatera Barat tersebut, terutama karena arus modal masih didominasi oleh investor dalam negeri.
Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyebut nilai investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp524 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp119 miliar.
“Aliran modal masih didominasi PMDN,” kata Fauzan.
Jika dilihat dari struktur investasinya, sektor tersier menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 96,24 persen. Sektor sekunder menyumbang 4,66 persen, sedangkan sektor primer berada di angka 0,11 persen.
Fauzan mengatakan, dana yang masuk ke Padang paling banyak mengalir ke sektor konstruksi. Selain itu, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta hotel dan restoran juga ikut menopang investasi di kota ini.
Di sisi lain, geliat ekonomi lokal juga terlihat dari meningkatnya pengurusan legalitas usaha. Hingga April 2026, DPMPTSP Kota Padang telah menerbitkan 1.548 Nomor Induk Berusaha (NIB), dengan mayoritas diajukan oleh usaha mikro berisiko rendah.
Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan penerbitan NIB terbanyak, yakni 392 izin. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Kuranji dengan 232 NIB, serta Kecamatan Lubuk Begalung sebanyak 156 NIB.
Fauzan menilai, tingginya minat masyarakat mengurus izin usaha menunjukkan sektor kuliner dan perdagangan masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
“Jenis usaha yang paling menjamur adalah perdagangan eceran tradisional dan kedai makanan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Untuk menjaga laju tersebut, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat layanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP). Upaya ini menjadi bagian dari Program Unggulan “Padang Melayani” yang dirancang untuk memudahkan korporasi maupun pelaku usaha kecil dalam mengurus legalitas bisnis.
Fauzan berharap kemudahan layanan perizinan dapat terus menarik minat investor. Ia juga optimistis kenaikan investasi akan berdampak luas, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga membuka lebih banyak lapangan kerja.







