Padang – Sebanyak 115 sampel urine dari petugas dan warga binaan Rutan Kelas IIB Padang yang diperiksa dalam tes mendadak Kamis pagi (8/1/2026) menunjukkan hasil negatif, demikian disampaikan pihak rutan.
Kegiatan pemeriksaan itu digelar sebagai upaya deteksi dini dan implementasi instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Barat untuk mewujudkan lingkungan rutan yang bebas peredaran narkotika.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Aidil Syaputra memimpin langsung pelaksanaan tes dan mengatakan, “Kami melakukan pengawasan internal secara ketat. Sebanyak 90 petugas dan 25 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan urine hari ini.”
Tes dilakukan secara tertib dan pemeriksaan berlangsung di tempat. Petugas menyatakan semua 115 sampel terkonfirmasi negatif sehingga tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba di kalangan petugas maupun warga binaan.
Aidil menilai hasil negatif tersebut sebagai bukti bahwa pembinaan dan pengawasan di Rutan Padang berjalan sesuai jalur. “Hasil negatif ini mencerminkan komitmen kuat kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan kondusif. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi narkoba di dalam Rutan,” tegasnya.
Pihak Rutan Padang memastikan kegiatan serupa akan terus dijalankan secara berkala dan tanpa pemberitahuan sebelumnya (sidak) untuk menjaga integritas petugas serta memastikan warga binaan menjalani masa pemulihan dan pembinaan tanpa pengaruh zat terlarang.







