Selesaikan Konflik: Bupati dan Tokoh Adat Padang Pariaman Bertemu

jhon-kenedy-aziz-dan-datuak-rajo-sampono-segera-bertemu,-isu-konflik-siap-diredam
Jhon Kenedy Aziz dan Datuak Rajo Sampono Segera Bertemu, Isu Konflik Siap Diredam

Padang Pariaman – Polemik yang sempat mencuat antara Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Azis, dan tokoh adat Datuak Rajo Sampono, memasuki babak baru dengan rencana pertemuan pribadi dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meredakan ketegangan yang menjadi perhatian publik.

Terungkap fakta bahwa di balik isu perseteruan, Jhon Kenedy Azis dan Datuak Rajo Sampono memiliki hubungan dekat layaknya ayah dan anak. Datuak Rajo Sampono menegaskan pada Selasa (15/7/2025), bahwa permasalahan yang terjadi bukan bersumber dari hubungan personal mereka, melainkan adanya pihak ketiga yang mencoba memperkeruh suasana.

Baca Juga

“Secara pribadi, saya tidak ada masalah dengan Pak Jhon Kenedy. Kami akan segera bertemu hanya berdua, untuk menyelesaikan isu ini dengan kepala dingin,” ungkap Datuak Rajo Sampono.

Kedua tokoh sepakat untuk menenangkan para pendukung dan bawahan masing-masing, dengan tujuan mencegah konflik meluas dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Upaya menjaga situasi tetap kondusif terus diupayakan.

“Kami tidak ingin situasi ini diperkeruh oleh pihak luar. Maka itu, kami sepakat untuk mengendalikan bawahan kami,” imbuhnya.

Polemik ini bermula dari pidato Datuak Rajo Sampono dalam sebuah alek nagari, yang kemudian dituding mengandung unsur rasis. Tudingan tersebut memicu desakan dari sebuah forum yang dipelopori Wali Feri agar Datuak meminta maaf secara terbuka.

Namun, Datuak Rajo Sampono dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak ada unsur rasis dalam pidatonya.

“Tidak ada unsur rasis dalam pidato saya. Silakan simak sampai tuntas, jangan dipotong-potong. Sama sekali tidak ada niat melecehkan suku atau kelompok manapun,” tegasnya pada Selasa (15/7/2025).

Dugaan intervensi dalam pelaksanaan alek nagari yang digagas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menjadi salah satu sumber konflik. Datuak Rajo Sampono menjelaskan, kegiatan tersebut awalnya telah disetujui dan dipersiapkan bersama. Namun, acara tersebut tiba-tiba dibatalkan karena dugaan intervensi dari istri bupati.

Rekomendasi