Padang – Sumatera Barat dilanda curah hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan tertinggi dalam 30 tahun terakhir dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Hujan ekstrem melanda wilayah pesisir Sumatera Barat selama tiga hari berturut-turut. “Selama tiga hari berturut-turut terjadi hujan ekstrem di beberapa wilayah pesisir Sumbar, terutama di Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Agam, dan Pasaman Barat,” ujar Rizky A. Saputra, Pranata Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Klimatologi Sumbar, Selasa (25/11/2025).
Curah hujan tertinggi tercatat di Lubuk Minturun, Kota Padang, pada 25 November 2025, mencapai 261 mm. Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 225 mm yang terjadi pada 17 Juni 2016.
BMKG menjelaskan, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, anomali suhu muka laut yang menghangat, serta penguatan angin baratan akibat Siklon Tropis 95B di Malaysia menjadi faktor utama pemicu curah hujan ekstrem ini. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif dan membawa massa udara basah ke wilayah Sumatera Barat.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal Stasiun Klimatologi Sumbar dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.







