Padang – Sejumlah permukiman di Kota Padang terendam setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejak Jumat (2/1/2026) dini hari; dampak terparah dilaporkan di Jalan DPR Ujung, Gang Babussalam 6, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan ke lokasi pada pukul 15.30 WIB untuk mengevakuasi warga yang terjebak akibat naiknya debit air. “Hujan intensitas tinggi menyebabkan debit air naik cepat. Kami memprioritaskan evakuasi pada warga rentan, termasuk anak-anak dan lansia yang terjebak di area Gang Babussalam,” ujar Hendri Zulviton.
Petugas menyisir permukiman menggunakan perahu karet dan berhasil mengevakuasi delapan warga dalam kondisi selamat. Mereka yang dievakuasi adalah Afrizal (54), Nelmawati (52), Syamsul (30), Reni (32), Rehan (13), Nisa (7), Fadlan (5), dan Aurel (3).
“Seluruh korban saat ini telah diungsikan ke lokasi yang lebih tinggi, yakni di Masjid Al-Manar, untuk mendapatkan perlindungan sementara,” tambah Hendri.
Proses evakuasi dipantau langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Ketua DPRD Kota Padang dan Sekretaris Daerah Kota Padang, yang mendampingi camat dan lurah setempat. Operasi juga dibantu oleh BKO Satpol PP, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta warga setempat.
Hingga kini BPBD masih melakukan pendataan kerugian materiil akibat banjir. Hendri menghimbau seluruh warga Kota Padang untuk tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.







