Jakarta – Pemerintah Kota Padang Panjang menjadikan budaya Minangkabau sebagai landasan utama pembangunan daerah. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis dalam talkshow eksklusif di Radio Sonora 92 FM Jakarta, Jumat (27/6/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Hendri Arnis yang hadir bersama Ketua TP PKK Maria Feronika, menjelaskan bahwa budaya Minangkabau bukan sekadar seni dan tradisi. “Budaya Minang bukan hanya seni dan tradisi, tapi juga etika sosial,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan penerapan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam setiap kebijakan. “Ini yang menjaga harmoni dan membentuk karakter generasi muda kita,” imbuhnya.
Selain itu, Hendri Arnis juga menyoroti komitmennya untuk menuntaskan proyek-proyek strategis yang sempat tertunda, termasuk revitalisasi Pasar Pusat dan pengembangan kawasan Islamic Centre. Ia secara tidak langsung menyampaikan visinya untuk menjadikan Islamic Centre sebagai pusat studi Islam kontemporer yang terbuka secara global. “Kami ingin Islamic Centre bukan hanya simbol keagamaan, tapi juga pusat studi Islam kontemporer yang terbuka untuk dunia,” jelas Hendri pada Jumat (27/6/2025).
Sementara itu, Maria Feronika, Ketua TP-PKK, memfokuskan perhatian pada promosi Sentra Kerajinan Kulit Minang Kayo. Menurutnya, sentra ini memiliki peran penting dalam melestarikan warisan kerajinan lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan UMKM perempuan di Padang Panjang. “Kami dorong ibu-ibu rumah tangga untuk berdaya,” tutur Maria. Ia menambahkan, pihaknya memberikan dukungan komprehensif, mulai dari pelatihan digitalisasi hingga bantuan pengurusan NIB dan akses pemasaran. “Bahkan soal kemasan, halal dan NKV juga kami dampingi,” pungkasnya.







