Payakumbuh – Dalam upaya menggalang dukungan tokoh adat terhadap rencana pembangunan kota, Wali Kota Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengadakan buka puasa bersama niniak mamak dan bundo kanduang dari 10 nagari di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Senin (9/3/2026).
Pemerintah Kota Payakumbuh memanfaatkan kesempatan itu untuk memaparkan arah pembangunan dan meminta peran serta tokoh adat dalam mengawal jalannya pemerintahan serta menjaga nilai-nilai adat di tengah masyarakat. “Terima kasih kepada niniak mamak dan bundo kanduang yang selama ini terus memberikan dukungan untuk kemajuan Kota Payakumbuh,” kata Zulmaeta.
Zulmaeta menjelaskan kepemimpinannya bersama Elzadaswarman berpedoman pada trilogi kepemimpinan: mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, menata pembangunan kota, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan peran penting niniak mamak dan bundo kanduang untuk mengawal pelaksanaan prinsip tersebut.
Terkait rencana pembangunan kembali Pasar Payakumbuh, Zulmaeta menyebut proyek itu kini memasuki tahapan perencanaan dan mengakui adanya informasi yang menimbulkan keraguan di tengah masyarakat. Meski demikian, ia menilai dukungan tokoh adat menjadi kekuatan moral untuk melanjutkan proses perencanaan. “Alhamdulillah tahapan perencanaan pembangunan Pasar Payakumbuh terus berjalan. Kementerian juga telah menyampaikan komitmen bahwa pembangunan tahap awal direncanakan pada awal tahun 2027,” ujar Zulmaeta.
Selain itu, pemerintah daerah memprioritaskan penataan Pasar Ibuh agar menjadi lebih representatif, bersih, dan tertata rapi. Menurut Zulmaeta, dana untuk penataan Pasar Ibuh saat ini sudah tersedia. “Untuk Pasar Ibuh, saat ini sudah tersedia dana untuk pembangunan yang lebih representatif. Kita berharap dukungan dari niniak mamak, bundo kanduang, dan seluruh masyarakat agar pasar ini menjadi lebih bersih dan tertata,” tuturnya.
Wali Kota juga mengajak masyarakat aktif melaporkan kerusakan fasilitas umum agar pemerintah dapat segera menindaklanjutinya. “Kalau ada prasarana atau fasilitas umum yang rusak, silakan dilaporkan. Insya Allah akan segera kita tindak lanjuti,” kata Zulmaeta.
Dalam pertemuan tersebut Zulmaeta menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan saran selama bertujuan untuk kemajuan daerah. “Kita tidak anti kritik. Jika ada kritik dan saran yang membangun dari niniak mamak maupun masyarakat, silakan disampaikan. Nanti dirundingkan bersama untuk kemajuan Kota Payakumbuh,” ujarnya.
Zulmaeta menutup pertemuan dengan mengingatkan bahwa proses pembangunan harus dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran, sehingga diperlukan dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. “Dengan keterbatasan anggaran yang ada, mari kita bangun Kota Payakumbuh secara bertahap dan bersama‑sama,” pungkas Zulmaeta.







