Padang Kuatkan Tata Kelola Data dengan Statistik Sektoral Terintegrasi

padang-perkuat-statistik-sektoral,-dorong-penerapan-gsbpm-dan-satu-data-indonesia
Padang Perkuat Statistik Sektoral, Dorong Penerapan GSBPM dan Satu Data Indonesia

Padang – Pemerintah Kota Padang berupaya mewujudkan tata kelola data yang kuat dan terintegrasi melalui penerapan statistik sektoral. Hal ini ditegaskan saat pembukaan pelatihan analisis data statistik sektoral berbasis Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) pada Rabu (2/7/2025) di Gedung Abu Bakar Jaar.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Padang, Corri Saidan, secara langsung menyampaikan bahwa fondasi utama pembangunan berbasis data adalah penguatan tata kelola data. “Penyelenggaraan statistik sektoral yang andal dan terstandar menjadi fondasi penting untuk mendukung pembangunan berbasis data, salah satunya melalui penerapan GSBPM,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Corri Saidan menjelaskan, di era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat ini, kerangka kerja yang menyatukan seluruh proses statistik, mulai dari perencanaan hingga diseminasi data, menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Lebih lanjut, Corri menambahkan bahwa GSBPM selaras dengan kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) yang diatur dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2019. Kebijakan ini mewajibkan setiap data pemerintah memiliki standar, metadata yang jelas, dan simpul data yang ditunjuk secara resmi. “Dengan alur produksi data yang seragam dan akuntabel, kita bisa mencegah tumpang tindih, duplikasi pengumpulan, dan ketidaksesuaian metodologi,” imbuhnya.

Corri juga menekankan pentingnya data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar lahirnya kebijakan yang tepat sasaran. “Penyelesaian berbagai persoalan pembangunan harus diawali dengan data. Jika kita ingin Padang menjadi kota pintar, sehat, dan sejahtera, maka semua harus berbasis data dan fakta,” tegasnya.

Kepala BPS Kota Padang, Dessi Febriyanti, pada Rabu (2/7/2025) menjelaskan secara tidak langsung bahwa GSBPM mencakup delapan tahapan utama dalam siklus statistik, yaitu identifikasi kebutuhan, perancangan, implementasi, pengumpulan data, pengolahan, analisis, diseminasi, dan evaluasi. Dessi mengatakan, “Data berkualitas menjadi dasar untuk menyusun perencanaan dan monitoring pembangunan yang akurat.”

Senada dengan Dessi, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Boby Firman, menyatakan bahwa GSBPM merupakan pilar penting dalam penerapan SDI di daerah. Boby menjelaskan pada Rabu (2/7/2025), “Model ini memastikan proses statistik di OPD lebih terstandar dan terorganisir. Hasil akhirnya adalah data yang konsisten dan dapat diandalkan untuk pengambilan kebijakan.”

Pemerintah Kota Padang berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap GSBPM, sehingga mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pos terkait