Jakarta – PT Bundamedik Tbk (BMHS) membukukan kinerja keuangan yang menguat sepanjang 2025 dengan laba bersih terkonsolidasi naik 57 persen menjadi Rp29,7 miliar. Pada periode yang sama, EBITDA perseroan tumbuh 9 persen secara tahunan menjadi Rp242 miliar.
Capaian itu didorong pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga di tengah penguatan efisiensi operasional. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, BMHS juga menyetujui sejumlah agenda, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, penunjukan kantor akuntan publik untuk audit tahun buku 2026, hingga pemberian kewenangan kepada dewan komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan direksi serta komisaris pada 2026.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono mengatakan perusahaan mampu menjaga pertumbuhan yang berkualitas di tengah perubahan industri kesehatan. Ia menyebut kenaikan laba bersih sebagai buah dari penerapan strategi yang disiplin.
“Capaian laba bersih yang tumbuh 57% mencerminkan konsistensi kami dalam mengeksekusi strategi secara disiplin, dari efisiensi operasional, ekspansi layanan kompleks yang bernilai tinggi, hingga penguatan ekosistem kesehatan yang terintegrasi,” ujar Agus.
Kinerja rumah sakit baru menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan BMHS. Perseroan menyebut rumah sakit yang baru diakuisisi menunjukkan tren positif konsisten, dengan pertumbuhan 30 persen sejak 2023 hingga 2025. Seluruh rumah sakit baru itu juga telah mencatat EBITDA positif, yang menandakan integrasi dan pengembangan pasca akuisisi berjalan efektif.
Dari sisi pendapatan rumah sakit, segmen korporasi dan asuransi menyumbang 43,2 persen dari total pendapatan pada 2025. BMHS juga menambah kapasitas layanan dengan total tempat tidur naik 4 persen secara tahunan menjadi 601 unit setelah konsolidasi RSIA Pusura Tegalsari Surabaya. Volume tindakan bedah ikut meningkat 10 persen menjadi 16 ribu tindakan, sedangkan hari rawat inap dan jumlah pasien rawat inap masing-masing tumbuh 2 persen.
Di segmen ibu dan anak, yang menjadi fokus utama BMHS, kontribusi terhadap total pendapatan rumah sakit mencapai 51 persen pada 2025. Penguatan layanan ini ditopang jaringan dokter subspesialis dan spesialis, layanan neonatal dengan 31 tempat tidur NICU di jaringan RS Bunda Group, serta kemampuan menangani rata-rata 250-300 bayi berisiko tinggi setiap tahun.
NICU RSIA Bunda Jakarta juga berkembang menjadi pusat rujukan nasional dengan dukungan tim dokter subspesialis neonatologi dan 10 tempat tidur NICU hingga akhir 2025. BMHS pun menjadi pelopor Family Integrated Care (FICare) di Indonesia, pendekatan yang melibatkan orang tua secara aktif dalam perawatan bayi prematur.
Pada lini anak usaha, Morula IVF mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar fertilitas nasional dengan pangsa 41 persen pada kuartal IV 2025. Aktivitas siklus IVF juga meningkat pada akhir tahun, dengan fresh cycle tumbuh 9 persen secara kuartalan dan 8 persen secara tahunan.
Diagnos Laboratorium mencatat lonjakan volume tes 47 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025. Sepanjang 2025, total volume tes mencapai 957.447 atau naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan kuartal IV 2025 juga meningkat 22 persen secara tahunan, didorong perluasan jaringan menjadi 37 outlet, penambahan 12 outlet baru, pengembangan layanan Molecular & Genomic Testing, kerja sama dengan Helix Clinic, dan perluasan basis klien ke segmen direct-to-patient.
BMHS menegaskan komitmennya pada inovasi medis dengan memperkuat posisi sebagai pelopor robotic surgery di Indonesia. Perseroan mencatat rekam jejak lebih dari 13 tahun dan lebih dari 800 tindakan hingga akhir 2025. Pada Oktober 2025, BMHS juga melakukan Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara, prosedur yang mempertahankan bentuk alami payudara bagi penyintas kanker.
Pada tahun yang sama, RSU Bunda Jakarta menjalankan delapan prosedur transplantasi ginjal dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk Dr. dr. Ivan Rizal Sini mengatakan perusahaan dibangun dengan visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang unggul dan terintegrasi.
“BMHS dibangun dengan visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Ivan.
Ia menambahkan, inovasi klinis, pengembangan kapabilitas medis, dan ekspansi terukur menjadi fondasi utama untuk memperkuat daya saing. Ke depan, BMHS berencana memperluas akses layanan kesehatan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem perusahaan.
Untuk menopang pertumbuhan itu, BMHS menargetkan kapasitas hingga 1.000 tempat tidur pada akhir 2028. Pada April 2026, perseroan juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Sinar Medika Langgeng, anak usaha Sinar Mas Land, untuk mengembangkan rumah sakit berstandar internasional di KEK BSD. Fasilitas tersebut akan memperkuat layanan fertilitas, kesehatan wanita dan anak, serta bedah canggih untuk segmen medical tourism.
Di sisi internal, BMHS mencatat perbaikan budaya kerja. Tingkat turnover karyawan turun dari 17,7 persen pada 2024 menjadi 13,3 persen pada 2025. Dengan fundamental bisnis yang makin kuat dan rekam jejak inovasi lebih dari 53 tahun, BMHS menyatakan optimistis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dan menghadirkan layanan kesehatan holistik bagi keluarga Indonesia.







