Padang – Universitas Andalas (UNAND) mengukuhkan 1.321 lulusan dalam Wisuda II Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Mei 2026, di Auditorium Kampus Limau Manis. Para lulusan berasal dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari Diploma III, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, hingga Doktor.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa para wisudawan harus bersiap menghadapi perubahan dunia kerja yang bergerak semakin cepat. Ia meminta para lulusan menjadi generasi yang adaptif, terus belajar, dan tetap berpegang pada integritas.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal memasuki dunia yang jauh lebih kompleks. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta perubahan lanskap pekerjaan menuntut lulusan untuk mampu beradaptasi dan terus mengembangkan diri,” ujar Efa Yonnedi di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua, Minggu (10/5/2026).
Efa menjelaskan, revolusi teknologi informasi berjalan sangat cepat. Kehadiran AI, kata dia, telah mengubah banyak pola kerja, termasuk pekerjaan yang dulu memakan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik.
Meski begitu, ia menilai teknologi tidak akan sepenuhnya menggantikan peran manusia. Menurutnya, perkembangan itu justru akan menciptakan keseimbangan baru dengan lahirnya profesi-profesi masa depan.
“Lulusan saat ini harus memiliki skill yang membuat mereka future ready. Dibutuhkan daya kritis (critical thinking), kemampuan berjejaring (networking), komunikasi yang kuat, serta kepemimpinan. Jika itu dimiliki, tantangan bisa diubah menjadi peluang baru,” tegasnya.
Wisuda II 2026 juga menegaskan posisi UNAND di dunia pendidikan tinggi. Kampus tersebut telah mengantongi Akreditasi Institusi “Unggul” dari BAN-PT hingga 2028. Sebanyak 57 persen program studi di UNAND juga berstatus unggul.
Di tingkat global, UNAND berada di peringkat ke-8 nasional dalam Times Higher Education (THE) 2025 dan menempati posisi 201-250 dunia pada Interdisciplinary Science Ranking THE.
Selain capaian akademik, UNAND juga terus mempercepat transformasi digital. Kampus itu kini mengembangkan layanan melalui platform MyUNAND, sistem SAKU Digital, serta penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada ijazah untuk memudahkan administrasi.
Dalam sambutannya, Efa juga berpesan agar para alumni tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga karakter yang kuat saat kembali ke masyarakat.
“Ilmu tanpa adab adalah bahaya. Kemampuan tanpa integritas adalah bencana. Pergilah dengan ilmu di kepala, iman di dada, dan cinta pada negeri ini di hati. Kembalilah sebagai manusia yang bermanfaat,” tutupnya.
Wisuda tahun ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Dies Natalis ke-70 UNAND dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.”







