Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperluas upaya pengurangan emisi di sektor transportasi dengan mengandalkan kereta api rendah karbon, pemakaian energi baru terbarukan, dan efisiensi energi di lingkungan operasional.
Langkah itu ditegaskan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026. KAI Divre II Sumbar menilai, transportasi berbasis rel memegang peranan penting dalam mendorong mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dibanding kendaraan pribadi, kereta api mampu mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan dengan konsumsi energi yang lebih hemat. Rata-rata emisi kereta api berada di kisaran 30-40 gram CO₂ per penumpang per kilometer, jauh lebih rendah dibanding kendaraan pribadi yang bisa mencapai 150-200 gram CO₂ per penumpang per kilometer.
Dengan efisiensi itu, kereta api dinilai mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 75 persen dibanding penggunaan mobil pribadi. Dampaknya tercermin dari tingginya minat masyarakat Sumatera Barat terhadap layanan kereta api.
Sepanjang 2025 hingga Mei 2026, KAI Divre II Sumbar telah melayani 2.891.915 pelanggan. Capaian tersebut diperkirakan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 10.000 ton CO₂ jika dibandingkan dengan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.
Pencapaian itu menunjukkan kereta api bukan hanya menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, tetapi juga bagian dari upaya menekan dampak perubahan iklim melalui pengurangan emisi di sektor transportasi.
Di sisi energi, KAI Divre II Sumbar juga mendorong penggunaan sumber daya bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang yang sudah beroperasi sejak Desember 2024. PLTS tersebut memiliki kapasitas terpasang 40,7 kWp.
Pemanfaatan energi surya itu menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional sekaligus mempercepat transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Tidak berhenti di Stasiun Padang, perusahaan juga menyiapkan pengembangan PLTS di Depo dan Kantor Divre II Sumbar serta Mess KAI Padang sebagai bagian dari perluasan pemakaian energi baru terbarukan di lingkungan kerja.
Kehadiran PLTS itu disebut memberi manfaat lingkungan yang setara dengan penanaman sekitar 570 pohon dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 366 ton CO₂ per tahun. Selain itu, penggunaan energi surya juga membantu meningkatkan efisiensi operasional karena mengurangi konsumsi listrik dari sumber energi konvensional.
Upaya keberlanjutan lainnya diterapkan melalui program Green Movement di lingkungan kerja. Salah satunya kebijakan Green Transportation Day setiap Kamis, yang mendorong pekerja memakai moda transportasi ramah lingkungan seperti kereta api, angkutan umum, bersepeda, atau berjalan kaki saat berangkat dan pulang kerja.
KAI Divre II Sumbar juga terus mengoptimalkan efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED hemat energi di fasilitas operasional, pengaturan konsumsi daya listrik yang lebih efektif, serta peningkatan efisiensi perjalanan kereta api untuk menekan penggunaan bahan bakar.
Seluruh langkah itu sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong dekarbonisasi sektor transportasi. Penguatan transportasi publik berbasis rel dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan sistem transportasi rendah emisi, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama tentang peran transportasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Transportasi berbasis rel merupakan salah satu solusi mobilitas berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi hijau, serta penerapan berbagai program keberlanjutan lainnya, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terwujudnya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Reza dalam keterangan pers, Jumat (5/6/2026).
Ke depan, KAI Divre II Sumbar berencana terus memperkuat transformasi hijau di sektor transportasi dengan menghadirkan layanan yang semakin efisien, modern, aman, dan berkelanjutan. Langkah itu menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia sekaligus menghadirkan transportasi publik yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.







