Danantara Catat 22 BUMN Raup Laba Signifikan

Jakarta – Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai menunjukkan dampak nyata. Hingga April 2026, sebanyak 22 perusahaan pelat merah mencatatkan kenaikan laba signifikan, bahkan sejumlah emiten membukukan lonjakan hingga ratusan persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kinerja itu terlihat merata di berbagai sektor, mulai dari energi, pertambangan, perbankan, konstruksi, industri, hingga jasa. Berdasarkan data per 27 Juni 2026, PT Pertamina menjadi perusahaan dengan laba terbesar, yakni Rp24,9 triliun atau naik 80 persen secara tahunan.

Di sektor perbankan, kinerja positif juga datang dari sejumlah bank BUMN. Bank Mandiri mencatat laba Rp21,3 triliun, tumbuh 13 persen, sementara BRI membukukan laba Rp21,2 triliun atau naik 15 persen. Pegadaian turut mencatat kenaikan laba 87 persen menjadi Rp4,3 triliun.

Sorotan terbesar datang dari Bank BTN yang mencatat lonjakan laba paling tinggi. Perusahaan itu membukukan pertumbuhan 1.339 persen menjadi Rp1,4 triliun.

Tidak hanya perusahaan yang sudah lebih dulu untung, BUMN yang sempat mencatat rugi juga berhasil memperbaiki kinerja. Krakatau Steel berbalik dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Kondisi serupa dialami LEN Indonesia, Kimia Farma, Semen Indonesia, Agrinas Pangan, dan Danareksa yang kembali mencatatkan keuntungan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi BUMN mulai berjalan efektif. Ia menegaskan perlunya menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, serta memastikan setiap informasi disampaikan berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Ke depan, kami berkomitmen menjaga transparansi informasi untuk memperkuat kepercayaan publik,” ujar Dony.

Ia juga meminta seluruh jajaran BUMN memperkuat sinergi dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan langkah itu, BUMN diharapkan dapat menjalankan perannya secara lebih optimal sebagai penggerak pembangunan dan pendukung transformasi ekonomi Indonesia.

Pos terkait