Tanah Datar – Pameran foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas resmi dibuka di Istana Baso Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Senin (27/7/2026). Agenda ini menampilkan dokumentasi visual bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar pada penghujung 2025.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly meresmikan pameran tersebut. Karya-karya foto yang dipamerkan menyorot dampak bencana, sekaligus proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Pameran ini digelar melalui kolaborasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Pengunjung diajak melihat lebih dekat potret bencana serta upaya yang menyusul setelahnya.
Ahmad Fadly mengatakan foto-foto yang ditampilkan mampu menggugah emosi dan memberi gambaran nyata tentang besarnya dampak bencana. Menurut dia, visual yang disajikan membuat situasi di lapangan lebih mudah dipahami.
“Tentu hal ini menimbulkan empati sangat dalam buat kita. Membuat kita lebih sadar lagi menjaga alam ini, baik kita di pemerintahan, swasta dan masyarakat luas,” ujar Fadly.
Ia menekankan pameran itu menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga lingkungan. Di sisi lain, pameran tersebut juga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong saat masyarakat menghadapi kondisi sulit.
“Kalau kita menjaga alam, alam itu juga menjaga kita. Mudah-mudahan dengan melalui pameran foto ini membuat kesadaran bagi kita supaya kita lebih aware lagi mencintai lingkungan. Dan dalam pameran foto ini juga menampilkan semangat gotongroyong, masyarakat saling bantu membantu,” ucapnya.
Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada PFI yang memilih Tanah Datar sebagai lokasi pameran perdana di Sumbar. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan di Istana Baso Pagaruyung menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
“Kami patut berbangga karena pameran ini pertama kali dilaksanakan di Sumbar, terutama di Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di Istana Baso Pagaruyung kebanggan kita,” kata dia.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar disebut siap melanjutkan kolaborasi dengan PFI, termasuk untuk mendukung promosi pariwisata daerah. Fadly menilai pameran foto juga bisa menjadi sarana memperlihatkan keindahan Tanah Datar kepada publik.
“Melalui pameran foto tentunya bisa menampilkan hal yang indah di wilayah kami, membuat orang berkunjung di Tanah Datar,” tuturnya.
Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran ini merupakan bagian dari roadshow karya fotografi jurnalistik di tiga provinsi yang terdampak bencana. Ia berharap pameran tersebut menjadi pengingat bagi generasi sekarang dan mendatang tentang besarnya akibat kerusakan alam.
“Kami berharap dengan adanya pameran ini mengingatkan kepada kita, kepada generasi kita bahwa besok lusa mereka akan melihat Sumatra pernah hancur seperti ini,” kata Hendra.
“Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga atau pun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita,” sambungnya.
Hendra menambahkan, pameran itu memuat peristiwa bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar, termasuk upaya penanganan serta pemulihan setelah bencana. Sebanyak 68 karya foto dari 38 pewarta foto ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Kami menampilkan 68 karya foto dari 38 pewarta foto di Indonesia yang saat peristiwa bencana alam turun langsung mendokumentasikan,” jelasnya.
Ketua PFI Padang Arif Pribadi turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pameran, terutama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.







