Yusrizal Rasakan Jaminan JKN Saat Rawat Inap Jantung

sempat-panik-karena-pembengkakan-jantung,-yusrizal-buktikan-pelayanan-jkn-memuaskan
Sempat Panik Karena Pembengkakan Jantung, Yusrizal Buktikan Pelayanan JKN Memuaskan

Padang – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantu Yusrizal Said dan keluarganya melewati masa sulit saat ia harus menjalani rawat inap lima hari di RSUD Dr. M. Ali Hanafiah, Kabupaten Tanah Datar, akibat sesak napas, perut membesar, dan kaki membengkak.

Kondisi Yusrizal bermula ketika ia merasakan tubuhnya tidak normal. Ia mengaku, sesak yang dialami membuatnya panik dan segera meminta istrinya membawanya ke rumah sakit.

Baca Juga

“Sebelum masuk instalasi gawat darurat (IGD), saya merasa sesak napas, perut kembung hingga membesar, serta kaki membengkak. Saya panik dan langsung meminta istri mengantar ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan,” kata Yusrizal.

Pemeriksaan laboratorium dan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan adanya indikasi pembengkakan jantung. Saat itu, ia sempat khawatir penyakit yang dideritanya cukup berat dan biaya pengobatannya membengkak.

“Setelah didiagnosis mengalami pembengkakan jantung, saya terkejut karena tahu ini penyakit serius. Saya sempat membayangkan biaya pengobatannya. Namun, saya bersyukur biaya perawatan dijamin oleh program JKN sehingga bisa fokus menjalani pengobatan,” ujar Yusrizal.

Selama dirawat, dokter memberikan obat untuk membantu mengurangi penumpukan cairan dalam tubuhnya. Ia pun terus menjalani perawatan hingga kondisinya dinilai stabil untuk melanjutkan pemulihan.

Bagi Yusrizal, JKN tidak hanya menanggung biaya pengobatan, tetapi juga memberi ketenangan bagi keluarga di tengah situasi darurat kesehatan.

“Walaupun saya harus dirawat inap selama beberapa hari karena kondisi belum stabil, JKN membuat keluarga tidak terbebani dengan biaya pengobatan. Istri bisa fokus mendampingi saya, bukan memikirkan bagaimana membayar biaya rumah sakit,” tutur Yusrizal.

Ia juga menilai pelayanan yang diterimanya selama menjadi peserta JKN berjalan baik. Sejak masuk IGD hingga dirawat inap, ia menyebut petugas memberikan layanan yang cepat, mudah, dan ramah.

“Dari awal masuk IGD sampai ruang rawat inap, saya dilayani dengan baik dan cepat. Petugasnya ramah, komunikasinya baik, serta sigap merespon. Obat-obatan yang diberikan pun bagus semua dan tidak ada yang disuruh beli di luar rumah sakit, serta tidak ada pembatasan hari rawat inap. Tidak ada kendala yang saya rasakan sebagai peserta JKN,” jelas Yusrizal.

Dari pengalamannya itu, ia mengimbau masyarakat agar memahami manfaat JKN sejak masih sehat. Yusrizal juga meminta warga tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas sumbernya.

“Jangan menilai pelayanan BPJS Kesehatan hanya dari cerita yang beredar. Saya mengalami sendiri bahwa pelayanan yang saya terima sangat baik dan biaya pengobatan dijamin sesuai ketentuan. Kalau ada informasi yang diragukan, lebih baik tanyakan langsung kepada BPJS Kesehatan,” imbau Yusrizal.

Pengalaman serupa juga dirasakan istrinya, Yurnalis. Ia sebelumnya pernah mengalami patah tangan dan luka di kening setelah terjatuh di kamar mandi. Yurnalis kemudian mendapat rujukan ke rumah sakit lain sesuai kebutuhan medis dan menjalani operasi pemasangan pen.

“Biaya ambulans, operasi pasang pen, rawat inap selama lima hari, hingga kontrol rutin sampai saat ini semuanya dijamin BPJS Kesehatan. Kami sangat terbantu karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan,” ucap Yurnalis.

Selain terbantu dari sisi pembiayaan, Yurnalis juga merasakan kemudahan layanan digital lewat Aplikasi Mobile JKN. Ia mengenal aplikasi itu dari petugas rumah sakit, lalu memanfaatkannya untuk mengambil antrean secara online dan memakai kartu JKN digital.

“Dengan Aplikasi Mobile JKN, antrean berobat bisa diambil dari rumah sehingga lebih praktis dan menghemat waktu. Kalau lupa membawa kartu fisik, kita juga bisa menggunakan fitur kartu JKN digital,” tambah Yurnalis.

Ia mengingatkan peserta JKN agar memastikan status kepesertaan tetap aktif, mengikuti prosedur pelayanan sesuai ketentuan, dan memanfaatkan kanal informasi resmi BPJS Kesehatan bila membutuhkan penjelasan. Yurnalis berharap masyarakat tidak ragu menggunakan JKN.

“Pelayanan JKN sudah baik dan semoga terus ditingkatkan. Pesan saya, jangan mudah percaya pada informasi yang keliru dan percayakan jaminan kesehatan kepada JKN. Kalau membutuhkan informasi atau mengalami kendala, bisa hubungi petugas BPJS Satu agar mendapatkan bantuan,” tutup Yurnalis.

Rekomendasi