Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik rencana Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk mengusulkan tradisi Tabuik sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Dukungan penuh ini diharapkan dapat mempercepat proses pengakuan internasional terhadap budaya khas Pariaman tersebut.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, pada Selasa (8/7) mengungkapkan, pihaknya telah menemui Menteri Kebudayaan guna menindaklanjuti rencana tersebut. “Kami sangat menyambut positif sekali, karena itu kami sekarang menemui pak menteri untuk menindaklanjuti niat baik tersebut,” ujarnya.
Yota Balad menambahkan, pengakuan UNESCO diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. Menurutnya, tradisi Tabuik yang telah ada sejak abad ke-18 Masehi itu sangat layak mendapatkan pengakuan dunia. “Dengan masuknya Tabuik ke UNESCO, kunjungan wisatawan akan meningkat, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi lonjakan wisatawan, Yota Balad mengimbau para pelaku usaha, khususnya di sektor pariwisata, untuk meningkatkan kualitas layanan sesuai standar internasional.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menjelaskan bahwa Tabuik telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda di tingkat nasional sejak tahun 2011.
Ferialdi juga menyampaikan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah mengunjungi Museum Budaya Pariaman dan menyaksikan langsung puncak acara Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada Minggu (6/7). “Di museum, pak menteri melihat dokumentasi Tabuik sejak tahun 1887. Beliau juga melihat langsung antusiasme wisatawan yang mencapai ratusan ribu orang,” jelasnya.
Inisiatif pengusulan Tabuik ke UNESCO, lanjut Ferialdi, datang langsung dari Menteri Fadli Zon sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya yang telah dijaga oleh masyarakat Pariaman selama ratusan tahun.
Sebelumnya, dalam sambutannya pada puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025, Fadli Zon menyatakan komitmennya untuk mempelajari lebih lanjut pelaksanaan Tabuik sebagai budaya warisan yang potensial untuk diusulkan ke UNESCO. “Insyaallah kita pelajari, bagaimana Tabuik yang telah terselenggara ratusan tahun di Pariaman ini bisa kita usulkan menjadi warisan budaya tak benda,” ujarnya pada Minggu (6/7). Fadli Zon menambahkan, jika tradisi serupa ditemukan di negara lain, pengajuan bisa dilakukan bersama atau sebagai penambahan elemen pada daftar budaya yang telah ada di UNESCO.







