Limapuluh Kota – Ribuan tenaga pendidik di Kabupaten Limapuluh Kota memadati gedung serbaguna Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) pada Kamis (29/10/2026). Kehadiran mereka dalam Seminar Nasional tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional ke-81.
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Silaturrahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju” ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Acara ini turut dihadiri Bupati Limapuluh Kota Safni, tokoh pendidikan Ganefri, jajaran pengurus PGRI, hingga unsur Forkopimda setempat.
Salah satu sorotan utama dalam seminar ini adalah pelibatan insan pers sebagai narasumber. Ketua PWI Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota, Aspon Dedi, menekankan pentingnya sinergi antara guru dan media massa dalam mencerdaskan masyarakat.
“Tentu sinergi atau kolaborasi perlu dilakukan guru dengan media untuk mencerdaskan publik dan masyarakat melalui pemberitaan, kita apresiasi dengan pelibatan media dalam seminar yang digelar ini,” ujar Aspon.
Aspon menambahkan, peran pers sangat krusial dalam dunia pendidikan, mulai dari penyebaran informasi akurat, mengangkat praktik baik di sekolah, hingga pengawasan kebijakan pendidikan secara bertanggung jawab. Menurutnya, pemberitaan pendidikan harus mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus mengapresiasi keberhasilan yang dicapai.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati Munir, menegaskan bahwa seminar ini bertujuan memacu profesionalisme guru melalui peningkatan disiplin dan etos kerja. Ia berharap para guru terus berinovasi demi memajukan mutu pendidikan di 13 kecamatan yang ada di wilayah tersebut.
“Tujuan PGRI melaksanakan seminar ini untuk mewujudkan kesadaran, disiplin, etos kerja untuk meningkatkan mutu pendidikan, itu sesuai tema seminar kita,” kata Indrawati.
Ia mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus memuliakan profesi guru dengan cara meningkatkan kemampuan diri dan menjaga sikap di tengah masyarakat.
Selain seminar, agenda tersebut juga dimeriahkan dengan peluncuran buku antologi puisi berjudul “Suara Alam Dalam Lembar Rasa”. Karya sastra tersebut merupakan buah pemikiran dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP se-Kabupaten Limapuluh Kota.







