Jakarta – Investor diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan saat pasar modal sedang bergejolak, terutama menyikapi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). PT Traze Andalan Futures menekankan pentingnya memahami fundamental pasar agar tidak terjebak dalam aksi panik di tengah ketidakpastian ekonomi.
Peringatan tersebut disampaikan dalam acara edukasi bertajuk “IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan?” di MSIG Tower, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). Diskusi ini menyoroti tekanan pasar saham yang dipicu oleh berbagai isu, termasuk sentimen MSCI terkait keterbukaan informasi.
Head Research Analyst Traze, Kuswanto, menegaskan bahwa penurunan harga saham tidak selalu menjadi momen yang tepat untuk membeli. Ia pun menyoroti fenomena emas yang sering dianggap sebagai instrumen penyelamat, namun tetap menyimpan risiko jika tidak dipahami faktor penggeraknya.
“Harga turun belum tentu berarti murah. Begitu juga emas, tidak otomatis naik setiap kali saham turun. Karena itu kita perlu memahami apa yang menggerakkan harga, bukan hanya melihat apakah pasar sedang panik atau tidak,” ujar Kuswanto.
Dalam kesempatan yang sama, Pakar Ekonomi Ibrahim Assuaibi membedah pengaruh faktor eksternal terhadap dinamika investasi. Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga komoditas seperti emas tidak selalu berbanding terbalik dengan performa saham, melainkan dipengaruhi oleh variabel lain seperti nilai tukar dolar AS, suku bunga, dan imbal hasil obligasi.
Diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam bagi investor agar mampu membedakan antara fluktuasi pasar sementara dengan masalah fundamental yang serius. Peserta juga diajak untuk lebih cermat dalam memantau tren pasar keuangan dalam beberapa pekan ke depan agar terhindar dari kesalahan strategi investasi.







