Padang – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menginstruksikan seluruh jajaran PMI Kota Padang untuk segera mendata dan memenuhi kebutuhan logistik serta peralatan mendesak bagi korban banjir bandang di Batu Busuk, Kecamatan Pauh.
Kalla meninjau langsung lokasi terdampak di sekitar SMPN 44 Padang pada Sabtu (20/12/2025) dan memerintahkan agar bantuan diberikan tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan.
“Kepada relawan PMI Kota Padang, silakan penuhi kebutuhan masyarakat sesuai kondisi di lapangan,” tegas Jusuf Kalla.
“PMI siap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam penanganan bencana di masa tanggap darurat ini.”
Kunjungan Kalla didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.
Di lokasi, Kalla menyaksikan kondisi sungai yang terbelah, tumpukan kayu gelondongan terbawa arus, serta aktivitas alat berat yang sedang melakukan pengerukan untuk membersihkan material banjir.
Wakil Wali Kota Maigus Nasir menyambut baik kehadiran Ketua Umum PMI dan meminta dukungan alat-alat pembersihan serta perlengkapan lain untuk mempercepat pemulihan.
“Saat ini masyarakat terdampak telah menempati hunian sementara,” kata Maigus Nasir kepada Jusuf Kalla.
“Namun kami masih membutuhkan dukungan, khususnya bantuan peralatan untuk membersihkan lumpur di rumah-rumah warga serta perlengkapan pendukung lainnya.”
Pemerintah Kota Padang telah mengevakuasi warga terdampak ke Perumahan Nelayan di Kecamatan Koto Tangah sebagai lokasi transit sementara, sambil menyiapkan lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Maigus juga meminta doa dan dukungan PMI agar proses penanganan pascabencana segera tuntas sehingga warga dapat kembali beraktivitas normal.
“Kami mohon doa dan dukungan dari PMI agar penanganan pascabencana ini dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.
Kunjungan Jusuf Kalla mempertegas komitmen PMI untuk mendampingi proses pemulihan korban bencana hidrometeorologi yang beberapa waktu lalu melanda Kota Padang dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gangguan aktivitas masyarakat.
Dengan instruksi tersebut, PMI diharapkan mempercepat distribusi bantuan, penyediaan hunian sementara, serta penyediaan peralatan untuk pembersihan lingkungan.
Sinergi antara PMI pusat dan daerah dengan Pemerintah Kota Padang menjadi fokus utama dalam upaya memulihkan kondisi masyarakat dan membangun kembali area terdampak.
Pemerintah daerah dan PMI terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan prioritas warga terpenuhi hingga fase pemulihan.







