Padang Pariaman – Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp75 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menegaskan bahwa MBG adalah investasi penting untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan berkualitas, siap menyongsong Indonesia Emas 2045. “Prioritas Pak Prabowo bukan membangun jalan atau gedung, melainkan memastikan gizi generasi bangsa terpenuhi. Karena masa depan negara ini ada di tangan mereka,” ujarnya secara virtual dalam sosialisasi program di Aula Badminton PBSU Batang Anai, Kamis (11/9).
Ade Rezki menjelaskan, program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Bahan pangan bergizi seperti beras, ikan, telur, sayur, dan buah akan dipasok langsung dari petani, nelayan, peternak, hingga pelaku usaha lokal.
“Masyarakat bisa ikut menjadi distributor melalui koperasi merah putih, Bumdes, atau Bumnag. Pembayarannya juga dilakukan secara kontan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ade Rezki memaparkan potensi besar program ini dalam menggerakkan ekonomi daerah. Setiap dapur makan bergizi gratis diperkirakan mampu menyediakan 3.000 porsi per hari. Dengan potensi 50 dapur di Padang Pariaman, produksi harian bisa mencapai 150 ribu porsi, atau sekitar 4 juta porsi dalam sebulan. “Jumlah sebesar itu tentu membutuhkan pasokan bahan makanan yang banyak. Inilah peluang bagi masyarakat untuk terlibat sebagai penyedia hasil bumi maupun laut,” tambahnya.
Ade Rezki menekankan bahwa program MBG merupakan yang pertama kali secara khusus fokus pada pemenuhan gizi anak bangsa sejak Indonesia merdeka, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi generasi bangsa sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.







