Tanah Datar – Biaya operasi yang sempat menjadi kekhawatiran Ida Rizalni akhirnya tak lagi menjadi beban. Pedagang asal Kabupaten Tanah Datar itu menjalani pemeriksaan, operasi, hingga rawat inap dengan biaya yang ditanggung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah dokter menemukan tumor pada payudaranya dan menyarankan tindakan bedah.
Ida mengatakan, keluhan awalnya hanya berupa nyeri hilang timbul di bagian dada. Namun, rasa sakit itu kemudian semakin kuat hingga mengganggu aktivitas kerjanya, sehingga ia memilih mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah untuk mendapat penanganan medis.
“Saya sering merasakan nyeri yang hilang timbul di bagian dada. Ketika nyerinya semakin tidak tertahankan dan mengganggu aktivitas kerja, saya segera ke IGD rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Ida.
Hasil pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi (USG) payudara menunjukkan adanya indikasi tumor mamae. Dari hasil itu, dokter lalu menyarankan Ida menjalani operasi pengangkatan benjolan sekaligus pemeriksaan sampel untuk memastikan sifat tumor tersebut.
“Ketika dokter mengatakan saya mengidap tumor mamae dan harus menjalani operasi, tentu saya kaget. Yang langsung terlintas adalah biaya pengobatan yang tidak sedikit. Tetapi saya bersyukur karena sebagai peserta JKN, saya tidak perlu menanggung biaya tersebut sendiri,” ujar Ida.
Saat ini, Ida masih menjalani perawatan pada hari ketiga rawat inap karena kondisinya belum dinyatakan stabil oleh dokter. Ia juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah tumor yang diangkat bersifat jinak atau ganas.
Di tengah proses itu, JKN memberi ketenangan bagi Ida. Ia tak lagi dibayangi pikiran soal biaya operasi dan perawatan yang menurutnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Yang saya pikirkan sekarang adalah kesembuhan. Soal biaya, saya merasa jauh lebih tenang karena pengobatan dan rawat inap saya dijamin JKN. Kalau harus membayar sendiri, tentu saya dan keluarga akan sangat terbebani,” tutur Ida.
Pengalaman menghadapi operasi ternyata bukan yang pertama bagi Ida. Tahun lalu, ia juga menjalani operasi pengangkatan tumor ganglion di tangan. Saat itu, dokter menyebut benjolan tersebut berkaitan dengan cedera dan robekan saraf yang kemudian mengalami infeksi.
“Tumor di tangan saya ternyata jinak dan operasinya berhasil. Saat itu pun saya menggunakan JKN. Jadi, saya sudah merasakan sendiri bagaimana JKN membantu ketika kita membutuhkan biaya pengobatan yang besar,” kata Ida.
Manfaat JKN juga dirasakan keluarga Ida. Ibunya pernah menjalani operasi katarak dan hingga kini masih rutin kontrol ke rumah sakit. Dari pengalaman itu, Ida menilai JKN menjadi perlindungan kesehatan yang penting bagi keluarganya.
“Bukan hanya saya yang dibantu JKN. Ibu saya juga pernah menjalani operasi katarak. Dari pengalaman itu saya semakin yakin bahwa JKN benar-benar menjadi perlindungan kesehatan andalan bagi keluarga kami,” ucap Ida.
Selama menggunakan JKN, Ida mengaku tidak menemui kendala berarti. Ia juga menilai petugas fasilitas kesehatan memberikan pelayanan dengan baik tanpa membedakan pasien berdasarkan status kepesertaan.
“Selama menggunakan BPJS Kesehatan, saya tidak pernah mengeluarkan biaya tambahan untuk pengobatan yang dijamin. Petugas juga melayani dengan baik dan sabar. Saya merasa mendapatkan pelayanan yang semestinya,” jelas Ida.
Ida pun mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit bertambah parah untuk memeriksakan diri. Menurut dia, pemeriksaan sejak awal penting dilakukan agar kondisi tidak semakin berat.
“Kalau tubuh mulai terasa tidak sehat, jangan ditunda. Datang segera ke fasilitas kesehatan dan periksakan diri. Lebih baik mengetahui kondisi sejak awal daripada terlambat,” imbau Ida.
Ia berharap JKN terus menjadi penopang bagi peserta yang membutuhkan layanan kesehatan tanpa dibayangi kekhawatiran biaya. Ida juga mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat sejak dini, termasuk rutin berolahraga.
“Kesehatan itu terasa mahal kalau tidak dijaga. Saya mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari, misalnya dengan berjalan kaki. Terima kasih juga BPJS Kesehatan, semoga sukses selalu dan terus menghadirkan layanan yang berkualitas bagi kami,” pungkas Ida.







