Lahan Terbakar di Lima Puluh Kota, Petugas Padamkan Api

kebakaran-lahan-meluas-hingga-4-hektare-di-lima-puluh-kota,-petugas-hadapi-medan-curam-dan-angin-kencang
Kebakaran Lahan Meluas hingga 4 Hektare di Lima Puluh Kota, Petugas Hadapi Medan Curam dan Angin Kencang

Lima Puluh Kota – Kebakaran lahan melanda kawasan Sarasah Tanggo, Jorong Sarilamak, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, sejak Sabtu (12/7/2025) sore, memicu kerusakan ekosistem dan penurunan kualitas udara. Bencana yang meluas hingga empat hektare ini, diperparah oleh dampak musim kemarau panjang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol, Senin (14/7/2025) menerangkan, tim gabungan telah berupaya keras memadamkan api. “Kebakaran terjadi Sabtu (12/7/2025) sore pukul 18.00 WIB. Api membakar area bukit di Sarilamak seluas sekitar empat hektare,” terangnya.

Baca Juga

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, serta petugas UPTD KPLH Provinsi Sumatera Barat segera dikerahkan ke lokasi. Namun, upaya awal pemadaman terkendala oleh akses yang sulit dan minimnya pencahayaan.

BPBD kembali menerima laporan pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, bahwa api telah mendekati permukiman warga, hanya berjarak 50 meter. Petugas pun kembali ke lokasi untuk melakukan pemadaman lanjutan.

Rahmadinol menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ada korban jiwa. Namun, lahan yang terbakar mengalami kerusakan berat. Api juga berdampak pada ekosistem dan kualitas udara yang menurun,” jelasnya pada Senin (14/7/2025).

Saat kejadian, cuaca dilaporkan berawan dengan suhu 25°C dan kelembapan 77 persen. Tim gabungan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada Senin (14/7/2025) pagi.

Faktor alam seperti angin kencang dan keterbatasan sumber daya menjadi kendala utama dalam penanggulangan. Medan curam dan minimnya pasokan air memperlambat proses pemadaman.

BPBD menyatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah pasokan air yang mencukupi untuk operasional pemadaman jika kebakaran kembali terjadi. Personel dan peralatan yang dikerahkan meliputi empat unit mobil operasional dari BPBD, Dinas Damkar, dan UPTD KPLH Provinsi Sumatera Barat, dibantu Babinsa dan masyarakat sekitar.

Guna mencegah kejadian serupa, Rahmadinol mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api di area hutan dan lahan, serta segera melaporkan jika melihat api atau asap di kawasan rawan kebakaran.

BPBD juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan menindak sesuai hukum yang berlaku.

Rekomendasi