Pesisir Selatan – Sejumlah proyek irigasi tersier di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, dilaporkan terbengkalai dan belum menunjukkan progres optimal. Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi ini, mengingat vitalnya fungsi irigasi bagi kelangsungan pertanian.
Temuan ini didapat Rahmat Saleh setelah melakukan peninjauan langsung ke 10 titik proyek irigasi pada Senin (15/12/2025). Ia mendapati bahwa sebagian besar pekerjaan belum berjalan sesuai rencana, padahal tahun anggaran sudah mendekati akhir.
“Saluran irigasi tersier berfungsi mengalirkan air langsung ke lahan pertanian, sehingga keterlambatan pengerjaan akan berdampak langsung pada jadwal tanam dan hasil panen,” tegas Rahmat Saleh. Ia menambahkan bahwa kondisi ini sangat ironis dan dapat mengancam keberlangsungan ekonomi para petani.
Proyek-proyek irigasi yang bermasalah ini berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat. Rahmat Saleh mengungkapkan bahwa ia telah memperjuangkan total 20 titik irigasi tersier di Kabupaten Pesisir Selatan dan Dharmasraya, yang seluruhnya dikerjakan oleh BWS. Namun, hingga pertengahan Desember, progres proyek dinilai belum memadai.
Rahmat Saleh mengkritik lemahnya pelaksanaan program serta mengevaluasi perencanaan dan pengawasan proyek. Ia menyayangkan program yang telah diperjuangkan belum dapat dirasakan manfaatnya oleh petani.
Menyikapi hal ini, Rahmat Saleh memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat untuk meminta penjelasan dari pihak terkait. “Kita berharap ada langkah percepatan dan tanggung jawab yang jelas agar irigasi tersier bisa mendukung produktivitas pertanian,” tandasnya.







