Solok Selatan – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mempercepat penerapan pembelajaran berbasis teknologi dengan menggelar coaching clinic bagi fasilitator IT, fasilitator guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta fasilitator guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan blended learning terintegrasi yang akan diterapkan di sekolah.
Pelatihan tersebut berlangsung di Hotel Pesona Alam Sangir, Jumat (24/7/2026), dan dibuka oleh Bupati Solok Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi. Program ini digagas bersama BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan.
Dalam sambutannya, Syamsurizaldi menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi telah mengubah hampir semua sektor, termasuk pendidikan. Menurut dia, sekolah tak bisa lagi hanya mengandalkan cara belajar konvensional.
“Guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses belajar, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan blended learning sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, terutama para fasilitator yang akan menjadi penggerak di sekolah. Karena itu, coaching clinic dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat kemampuan para fasilitator agar dapat mendampingi guru secara efektif dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Syamsurizaldi juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui blended learning. Ia berharap program ini mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital dan sekaligus memperkuat layanan pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd., mengatakan coaching clinic ini merupakan bagian dari tahapan penerapan blended learning yang akan digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027, khususnya untuk mata pelajaran PAI dan PJOK.
Melalui kegiatan ini, para fasilitator dibekali penguatan kompetensi teknis dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital, menyusun perangkat pembelajaran, mengelola kelas daring, dan menyiapkan strategi pendampingan bagi guru di sekolah masing-masing.
Dengan bekal tersebut, penerapan blended learning diharapkan berjalan efektif, terarah, dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.







