Solok – Kebakaran lahan yang terjadi di Jorong Balai Pinang, Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Solok, pada Sabtu (12/7) malam, menelan korban jiwa. Afrinaldi (54), seorang warga setempat, ditemukan meninggal dunia saat berupaya memadamkan api yang melalap lahan miliknya.
Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, pada Minggu (13/7) menjelaskan, pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran lahan dan adanya korban dari Wali Nagari Muara Panas pada pukul 18.18 WIB. “Kami langsung memberangkatkan satu unit mobil pemadam dari Posko Sumani beserta tujuh personel pada pukul 18.19 WIB,” ujarnya. Zulhelmi menambahkan, tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.26 WIB dan segera melakukan pemadaman.
Menurut Zulhelmi, lahan karet yang terbakar tersebut adalah milik korban. Ia menjelaskan, kebakaran bermula ketika api dari pembakaran sampah yang dilakukan Afrinaldi membesar dan tidak terkendali, kemudian menjalar ke lahan.
Zulhelmi menuturkan, setelah api membesar, Afrinaldi berusaha memadamkan api dengan mengambil air dari sungai di sekitar lokasi. Namun nahas, saat berupaya memadamkan api, Afrinaldi meninggal dunia. “Korban diduga meninggal dunia akibat menghirup terlalu banyak asap dari kebakaran itu dan diduga karena kelelahan saat berupaya memadamkan api,” ungkap Zulhelmi pada Minggu (13/7).
Zulhelmi mengungkapkan, sebelumnya wali nagari setempat telah memberikan imbauan kepada warga untuk tidak membakar sampah di ladang, mengingat kondisi musim panas yang menyebabkan api mudah membesar. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan oleh Afrinaldi, sehingga peristiwa tragis ini terjadi.
Proses pemadaman kebakaran melibatkan personel dari BPBD, kepolisian, TNI, dan warga setempat. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.07 WIB.
Zulhelmi menambahkan, jika kebakaran tersebut tidak segera dipadamkan, api berpotensi menghanguskan lahan yang lebih luas dan merambat ke permukiman warga sekitar. Akibat kejadian ini, diperkirakan 1,5 hektare lahan produktif mengalami kerusakan berat.







