Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan lingkungan dengan menggelar aksi bersih-bersih lintas rel dan sosialisasi di Stasiun Indarung dan petak jalan Stasiun Indarung-Pauhlima, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta menjaga lingkungan sekitar jalur kereta api.
Seluruh pekerja KAI Divre II Sumbar, mulai dari staf hingga manajemen, terlibat langsung dalam aksi bersih lintas ini. Mereka bersama-sama membersihkan area rel dari berbagai jenis sampah, termasuk sampah rumah tangga dan sisa tumpahan semen, yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional kereta api.
Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan, menyampaikan dalam safety briefing sebelum kegiatan, bahwa aksi ini merupakan wujud dukungan KAI terhadap pembangunan berkelanjutan melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan selama kegiatan berlangsung. “Sebagai penyedia transportasi publik berbasis rel, KAI tidak hanya fokus pada kelancaran perjalanan kereta api, tetapi juga peduli terhadap keselamatan masyarakat dan kebersihan lingkungan sekitar rel,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Selain membersihkan area rel, KAI juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api. Masyarakat diimbau secara langsung untuk tidak membuang sampah atau melakukan aktivitas di jalur rel yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan perjalanan kereta api.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai-nilai ESG (Environmental, Social, Governance), meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan memastikan transportasi publik yang aman, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Reza Shahab mengatakan pada Rabu (9/7/2025), “KAI meyakini bahwa lingkungan yang bersih dan lintasan yang aman adalah fondasi utama dalam mendukung operasional kereta api yang andal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, aksi bersih-bersih lintas ini tidak hanya bertujuan estetis, tetapi juga fungsional dalam mengurangi potensi gangguan perjalanan kereta api akibat material asing di jalur.”
Reza juga menjelaskan, kegiatan ini selaras dengan program Asta Cita dalam hal peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah, tidak melakukan aktivitas apapun di jalur KA dan waspada terhadap potensi bahaya di sekitar perlintasan sebidang serta tidak melakukan kegiatan vandalisme seperti pelemparan KA dan lain sebagainya.
“Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen menjaga lingkungan, meningkatkan keselamatan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa kereta api,” tutup Reza.







