Jakarta – Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku industri emas nasional bersatu untuk memperkuat ekosistem bulion Indonesia agar lebih inklusif dan berdaya saing global. Upaya ini diwujudkan melalui forum “Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets” yang digelar bersama World Gold Council (WGC), Kamis (27/06/2024).
Forum strategis ini menjadi wadah penting untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan di industri emas, dari hulu hingga hilir, guna memperkuat koordinasi, mendorong inovasi, dan mempercepat pengembangan ekosistem bulion.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menyatakan bahwa sinergi lintas lembaga dan badan usaha menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem bulion. “Pengembangan produk sesuai amanat Undang-Undang P2SK, penyusunan roadmap jangka menengah oleh OJK, perluasan pasar dan kerja sama internasional, serta peningkatan literasi masyarakat juga sangat krusial,” ujarnya.
Sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pemerintah dan OJK terus mendorong penguatan industri bulion melalui penerbitan Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion (POJK 17/2024). Regulasi ini memberikan landasan hukum bagi lembaga jasa keuangan untuk mengembangkan kegiatan usaha bulion.
PT Pegadaian, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bullion Connect 2025, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem emas nasional melalui sinergi dan integrasi layanan keuangan berbasis emas. Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan, “Kami telah merancang strategi komprehensif untuk mengintegrasikan seluruh layanan, mulai dari transaksi tradisional di outlet hingga digital untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat mengakses produk dan layanan emas di Pegadaian.” Hingga Oktober 2025, total kelolaan emas PT Pegadaian tercatat sebesar 129 ton.
Bank Syariah Indonesia (BSI) juga berkomitmen untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pengembangan kegiatan usaha bulion. Hingga Oktober 2025 total kelolaan emas Bank BSI sebesar 19,77 Ton.
Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menegaskan upaya untuk memperkuat tata kelola industri emas nasional melalui pengembangan hilirisasi dan pemenuhan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Momentum Bullion Connect 2025 juga dimanfaatkan untuk meluncurkan laporan WGC Indonesian Gold Consumer Insights Report yang memberikan pandangan strategis mengenai perilaku konsumen emas di Indonesia dan potensi pengembangan pasar bulion ke depan. Laporan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar emas paling potensial di dunia.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, pelaku industri pertambangan, produsen emas, lembaga jasa keuangan, asosiasi, akademisi, serta mitra internasional.







