Yogyakarta – Ratusan pelajar dari enam provinsi memeriahkan SKAGATA 5K 2026 yang digelar SMKN 3 Yogyakarta, Minggu (5/7), sebagai rangkaian peringatan HUT ke-61 sekolah tersebut. Ajang lari kota ini menjadi sorotan karena tak hanya melombakan pelajar, tetapi juga membuka ruang partisipasi lebih luas bagi guru dan tenaga kependidikan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membuka langsung lomba di garis start. Ia menilai kegiatan ini memperlihatkan peran sekolah dalam menghubungkan pendidikan dengan pembudayaan olahraga di kalangan generasi muda.
“Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi penyelenggaraan SKAGATA 5K. Kegiatan ini menjadi wujud nyata partisipasi dunia pendidikan dalam membudayakan olahraga di masyarakat luas,” ujar Hasto.
Kepala SMKN 3 Yogyakarta Widada mengatakan, ajang tersebut juga menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Menurut dia, sekolah ingin menyediakan ruang kompetisi yang sehat sekaligus menjaring bibit atlet potensial dari kalangan pelajar.
Tahun ini, panitia menambah kategori Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sehingga total ada delapan kategori yang dipertandingkan. Kategori itu mencakup jenjang SD hingga SMA/SMK serta GTK.
Untuk memastikan hasil lomba transparan dan akurat, panitia menggunakan sistem timing chip berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Ketua Panitia Arpeni Rahmawati menyebut teknologi itu membuat pengalaman berlomba terasa setara dengan ajang lari profesional berskala nasional.
Panitia juga menempatkan marshal di sepanjang rute untuk menjaga keamanan peserta. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti layanan medis, ambulans, dan water station, turut disiapkan demi keselamatan pelari.
Suasana acara kian semarak dengan kehadiran race village yang diisi stan kuliner dan senam zumba. SMKN 3 Yogyakarta berharap SKAGATA 5K terus berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten membina prestasi olahraga pelajar di tingkat regional maupun nasional.







