Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum melantik Dr. Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional untuk periode 2025–2029 pada Rabu (5/3/2026), menandai dimulainya kepemimpinan baru dalam pengawasan dan pengembangan sektor jasa konstruksi nasional.
Pelantikan berlangsung di hadapan pejabat kementerian, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), akademisi, serta pelaku usaha konstruksi, dan sekaligus mengukuhkan susunan pengurus LPJK periode baru tersebut. Acara ini menegaskan peran LPJK dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Insannul Kamil, yang juga merupakan akademisi terkemuka Universitas Andalas (UNAND) dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, dinilai memiliki pengalaman luas serta jaringan kuat antara dunia akademik dan bisnis. Kepercayaan publik terhadap kapasitasnya mendapat apresiasi dari rekan-rekannya di KADIN dan kampus, yang berharap kepemimpinannya membuat LPJK lebih efektif dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Selamat kepada Bapak Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Insannul Kamil, atas amanah baru ini. Semoga sukses dalam menjalankan tugas mulia untuk membangun bangsa,” ujar salah seorang kolega Insannul Kamil di KADIN Indonesia seusai acara pelantikan.
Para akademisi UNAND juga menyampaikan ucapan selamat dan kebanggaan atas pencapaian salah satu putra terbaik institusi tersebut. Pengurus baru diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan pelaku usaha konstruksi untuk menjawab tantangan sektor ini.
Susunan lengkap Pengurus LPJK Nasional periode 2025–2029 adalah sebagai berikut:
– Ketua: Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.
– Anggota:
– Ir. Betty Hariyani, S.T., M.H., M.T.
– Ir. Hambali, S.T., M.T.
– Ir. Bastian Sodunggaron Sihombing, M.Eng.
– Dr. Ir. Michael Sofian Tanuhendrata, M.PM, MM.
– Dr. Ir. Sigit Adjar Susilo, MM., MT.
– Muhammad Ikhsan, S.T, M.Sc., Ph.D.
Dengan komposisi pengurus yang diwujudkan, LPJK diharapkan memperkuat peran dalam mewujudkan sektor konstruksi yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing global. Tantangan yang harus segera dihadapi meliputi peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi, penerapan teknologi inovatif, serta pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur.
Momentum pelantikan ini dianggap sebagai peluang bagi LPJK untuk memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan sehingga pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat berjalan lebih efisien, efektif, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.







