Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperketat pemeriksaan sarana dan perawatan armada untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan keandalan perjalanan kereta api di wilayah operasinya.
Upaya itu dilakukan melalui rampcheck sarana dan kelengkapan standar pelayanan minimum (SPM) bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, serta pemeriksaan detail serentak Safety Critical Personnel (SCP) yang melibatkan manajemen dan petugas teknis di seluruh area kerja Divre II Sumbar.
Pengecekan berlangsung di sejumlah titik strategis, mulai dari emplasemen Stasiun Padang, Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, hingga lokasi stabling lainnya. Dalam pemeriksaan itu, tim menilai kebersihan sarana, kondisi pendingin udara, sistem pengereman, perangkat keselamatan, serta kesiapan armada sebelum dioperasikan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan fasilitas perawatan seperti Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, dan Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memegang peran penting dalam menjaga keandalan armada.
“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus berkontribusi terhadap kesiapan operasional kereta api melalui perawatan sarana secara berkala. Tujuannya untuk menjaga keandalan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Reza, Jumat (15/5/2026).
Untuk menjaga mutu layanan dan keselamatan perjalanan, KAI Divre II Sumbar menerapkan sejumlah langkah, mulai dari pemeliharaan preventif, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dalam pemeliharaan preventif, perusahaan melakukan perawatan berkala agar lokomotif dan kereta tetap dalam kondisi optimal sebelum beroperasi. Pemeriksaan kereta mencakup bogie, pegas, axle box, roda, bearing, dan sistem pengereman. Sementara itu, pemeriksaan lokomotif meliputi kabin masinis, sistem pengereman, perangkat pengendali, dan peralatan keselamatan.
KAI juga meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan rutin dan sertifikasi teknisi perawatan. Di saat yang sama, perusahaan memanfaatkan aplikasi mobile, dashboard berbasis web, dan checksheet digital untuk memantau jadwal serta status perawatan sarana secara real-time.
Reza menegaskan seluruh perawatan periodik dijalankan sesuai jadwal agar armada dapat beroperasi optimal dan melayani pelanggan tanpa kendala.
“Perawatan sarana tidak hanya berfungsi menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Lokomotif, kereta, dan gerbong yang dirawat dengan standar tinggi akan meminimalisir potensi gangguan teknis selama perjalanan,” tambah Reza.
Selain itu, KAI Divre II Sumbar juga memperkuat fasilitas depo dan kesiapsiagaan penanganan darurat. Salah satu langkahnya adalah menyediakan rerailing jack equipment untuk mendukung evakuasi sarana yang mengalami anjlokan.
Perusahaan juga menormalisasi ukuran balok tumpuan untuk rerailing jack equipment agar proses evakuasi lebih efisien, meningkatkan kualitas electric tools, serta melakukan kalibrasi berkala terhadap alat ukur guna menjaga standar perawatan.
“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan perkeretaapian. Oleh karena itu, setiap kegiatan perawatan, pemeriksaan, hingga rampcheck selalu kami lakukan secara ketat agar seluruh armada layak operasi dan memenuhi standar keamanan,” jelas Reza.
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, andal, dan selamat bagi pelanggan.
“Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan. Perawatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi standar teknis, melainkan juga wujud kepedulian KAI Divre II Sumbar terhadap kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan,” tutup Reza.







