Jakarta – Sebuah anomali unik terungkap: pulau fiktif bernama Pulau Null muncul di peta digital akibat kesalahan sistem pemetaan. Pulau ini berlokasi tepat di titik koordinat 0° lintang dan 0° bujur, di tengah Samudra Atlantik, lepas pantai Afrika Barat, yang merupakan pertemuan garis khatulistiwa dan Meridian Utama.
Kesalahan geocoding dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi penyebab utama kemunculan pulau misterius ini. “Sayangnya, karena kesalahan ketik manusia, data yang berantakan, atau bahkan gangguan pada geocoder itu sendiri, proses geocoding tidak selalu berjalan mulus,” ujar Tim St. Onge dari Library of Congress, seperti dikutip dari IFL Science, menjelaskan bagaimana kesalahan teknis dapat memicu fenomena ini.
Meskipun tidak nyata, Pulau Null ditandai di peta publik oleh relawan Natural Earth sebagai “pulau fiktif seluas 1 meter persegi yang terletak di lepas pantai Afrika tempat garis khatulistiwa dan meridian utama bersilangan.”
Titik koordinat 0,0 ini kini menjadi lokasi penting bagi ilmu pengetahuan. Di sana, terdapat pelampung Stasiun 13010 – Soul yang tergabung dalam jaringan PIRATA. Pelampung ini secara aktif memantau suhu, kelembapan, dan angin di Samudra Atlantik tropis, menyediakan data krusial untuk penelitian iklim dan cuaca.
Penentuan Meridian Utama sendiri sempat menjadi perdebatan panjang sebelum akhirnya disepakati Greenwich di London sebagai patokan garis bujur nol derajat pada Konferensi Meridian Internasional tahun 1884 di Washington. Sementara itu, garis lintang nol derajat ditetapkan di sekitar khatulistiwa berdasarkan perhitungan astronomi.







