Sentul – WWF-Indonesia dan SalingJaga (Kitabisa) mengajak publik ikut berkontribusi dalam konservasi satwa liar melalui ajang charity trail run Eco Echo Trail Run 2026. Kegiatan bertema “Every Step Echoes Conservation” itu memadukan olahraga lintas alam dengan pesan pelestarian ekosistem dan perlindungan gajah Sumatra.
Pengumuman gelaran tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Neo Atrium Central Park Mall 2, Jakarta, Sabtu (13/6/2026) pukul 16.00-18.00 WIB. Acara itu dihadiri awak media, peserta, dan mitra kolaborasi.
Eco Echo Trail Run 2026 dirancang untuk mengajak masyarakat berlari sambil memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Lewat ajang ini, WWF-Indonesia dan SalingJaga ingin mendorong dukungan publik terhadap pemulihan Lanskap Peusangan di Aceh, Sumatra, yang menjadi habitat penting bagi gajah Sumatra.
WWF-Indonesia menilai tekanan terhadap ruang hidup manusia kerap memicu penyusutan kawasan alam. Karena itu, pesan utama ajang ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan tetap berkelanjutan.
“Setiap langkah yang diambil peserta bukan sekadar perjalanan menuju garis finish, tetapi juga kontribusi nyata untuk menyuarakan pentingnya pelestarian habitat Gajah Sumatra,” ujar Rusyda Deli, Direktur People and Growth.
Lanskap Peusangan disebut sebagai salah satu kawasan vital bagi gajah Sumatra karena menjadi habitat sekaligus jalur jelajah alami satwa tersebut. Kawasan ini juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui berbagai upaya konservasi dan kolaborasi multipihak, perlindungan habitat gajah Sumatra terus diperkuat. Langkah itu diarahkan untuk mendorong harmoni antara manusia dan satwa liar, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan warga yang hidup berdampingan dengan alam.
WWF-Indonesia melalui Eco Echo Trail Run ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa terlibat aktif menjaga ekosistem dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memastikan rumah terakhir gajah Sumatra tetap terpelihara, sejalan dengan kepentingan warga di sekitarnya.
“Konservasi bukan sekadar upaya melindungi spesies yang terancam punah, tetapi bagian dari upaya menjaga sistem penyangga kehidupan yang mendukung kesejahteraan manusia. Gajah Sumatra adalah spesies payung yang keberlangsungan hidupnya mencerminkan kesehatan ekosistem hutan Sumatra. Ketika habitatnya terjaga, maka keanekaragaman hayati, sumber air, dan fungsi ekologis yang penting bagi masyarakat juga turut terjaga,” kata Rusyda.
Ajang ini juga dikemas agar lebih dekat dengan masyarakat melalui olahraga lari yang kian diminati berbagai kalangan. Dengan memadukan gaya hidup aktif dan isu lingkungan, penyelenggara berharap keterlibatan publik, terutama generasi muda dan komunitas olahraga, dapat semakin luas.
Selain menjadi wadah kampanye, setiap partisipasi dalam Eco Echo Trail Run akan mendukung program konservasi gajah Sumatra serta upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas pelari, media massa, organisasi lingkungan, mitra korporasi, dan masyarakat umum.
“Eco Echo Trail Run wujud nyata bagaimana konservasi dapat menjadi gerakan yang inklusif dan melibatkan masyarakat secara luas. WWF-Indonesia percaya bahwa perlindungan Gajah Sumatra dan habitatnya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, komunitas, sektor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan lanskap penting seperti Peusangan tetap terjaga bagi satwa liar maupun manusia yang bergantung pada jasa lingkungan yang sama,” ujar Rusyda.
WWF-Indonesia berharap kegiatan ini memicu gerakan kolektif yang menghubungkan olahraga, gaya hidup sehat, dan kepedulian lingkungan dalam satu langkah bersama untuk masa depan bumi yang lebih baik. Peserta juga dapat melihat laporan dampak sosial dari kontribusi mereka melalui beyondthegame.id, platform olahraga berbasis amal.
Eco Echo Trail Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.







