BI Sumbar Kendalikan Inflasi dan Genjot Pertumbuhan Lewat Digitalisasi UMKM

bi-sumbar-kendalikan-inflasi,-digitalisasi-umkm-pacu-pertumbuhan-ekonomi
BI Sumbar Kendalikan Inflasi, Digitalisasi UMKM Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Padang – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat menutup 2025 dengan capaian signifikan pada pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kata Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat.

“Kami menempatkan stabilitas harga sebagai prioritas, terutama untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat. Untuk mewujudkan hal itu, BI Sumbar rutin memantau harga harian, mengidentifikasi potensi gejolak, dan berkoordinasi intensif dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Bacaan Lainnya

Meski menghadapi tekanan dari cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, BI Sumbar memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penerapan prinsip 4K untuk meminimalkan dampak terhadap pasokan dan harga pangan. “Koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar respons penanganan lebih cepat dan tepat sasaran,” lanjut Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat.

Di bidang digitalisasi sistem pembayaran, BI Sumbar mencatat lonjakan implementasi QRIS. Hingga 2025 jumlah merchant QRIS mencapai 674.273 dengan pengguna terdaftar 949.441, sedangkan nilai transaksi QRIS tercatat Rp51,93 miliar. Transformasi ini juga diperluas lewat implementasi QRIS Cross Border untuk mempermudah wisatawan asing bertransaksi di Sumatera Barat.

Pengembangan UMKM menjadi pilar kebijakan BI Sumbar melalui program Onboarding UMKM Go Digital dan Go Ekspor yang mendorong pelaku usaha memanfaatkan kanal digital dan menembus pasar global; ekspor kopi dan kayu manis disebut sebagai indikator keberhasilan program. “Dengan digitalisasi dan akses pasar ekspor, banyak pelaku UMKM yang berhasil naik kelas,” kata Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat.

Capaian kinerja BI Sumbar tercermin pula dari sejumlah prestasi daerah. Kota Payakumbuh dinobatkan sebagai kota terbaik regional Sumatera pada Championship TP2DD 2025, Kabupaten Tanah Datar meraih TPID Berprestasi Terbaik se-Sumatera untuk kelima kalinya berturut-turut, dan Nagari Koto Gadang meraih Juara II Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Budaya pada Wonderful Indonesia Awards 2025. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menerima Anugerah Adinata Syariah 2025 dari KNEKS.

Untuk menjaga kualitas uang beredar, BI Sumbar menjalankan Clean Money Policy sehingga rupiah yang beredar tetap layak dan dapat dipercaya. Layanan kas keliling disediakan di seluruh kabupaten/kota, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), pusat ekonomi mikro, serta ritel nagari.

BI Sumbar rutin menyajikan asesmen perekonomian dan rekomendasi melalui Laporan Perekonomian Provinsi triwulanan, serta memfasilitasi Forum Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat 2025 sebagai wadah pembahasan potensi investasi dan langkah bersama mendorong pertumbuhan daerah.

Selain itu, BI Sumbar terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan percepatan sertifikasi halal, pengembangan pembiayaan syariah, penguatan industri kreatif syariah, dan digitalisasi wakaf sebagai bagian dari strategi inklusif untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Pos terkait