JKN Ringankan Biaya Rawat Inap Anak di Tanah Datar

anak-dirawat-inap-karena-dehidrasi,-novi-ungkap-jkn-ringankan-biaya-dan-beban-pikiran
Anak Dirawat Inap Karena Dehidrasi, Novi Ungkap JKN Ringankan Biaya dan Beban Pikiran

Tanah Datar – Kepesertaan aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuat seorang ibu di Tanah Datar merasa lebih tenang saat anaknya harus menjalani rawat inap. Novi, sapaan Amelia Novita Sari Jufri, tidak lagi cemas memikirkan biaya pengobatan ketika anak ketiganya, Rafasya, dirawat akibat diare dan dehidrasi.

Novi mengatakan, Rafasya sempat lebih dulu menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) setelah beberapa hari mengalami diare. Kondisinya sempat membaik, namun kembali menurun hingga dokter memutuskan merujuknya ke rumah sakit.

Baca Juga

“Rafasya sudah beberapa hari mengalami diare. Sudah diperiksakan ke dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan sempat berangsur membaik. Namun, karena sering muntah dan kekurangan cairan, dokter merujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Novi.

Saat tiba di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu Batusangkar, Rafasya didiagnosis mengalami dehidrasi dan harus dirawat inap. Kondisi itu sempat membuat Novi terpukul sebagai seorang ibu.

“Kata dokter, anak saya sudah dehidrasi dan perlu dirawat inap. Sebagai ibu tentu saya merasa sedih. Saat itu yang saya pikirkan bagaimana anak saya bisa segera sembuh, ditambah lagi ada kekhawatiran soal biaya,” ujar Novi.

Kekhawatiran itu mereda setelah Novi memastikan seluruh perawatan Rafasya ditanggung JKN. Sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), ia bisa fokus mendampingi anaknya tanpa harus memikirkan biaya tambahan.

Novi mengatakan, manfaat JKN juga ia rasakan dalam pengalaman lain di keluarganya. Ia menyebut, biaya persalinan Rafasya hingga rawat inap anak keduanya saat terkena tifoid juga ditanggung program tersebut.

“JKN sangat bermanfaat. Bukan hanya meringankan biaya pengobatan, tetapi juga beban pikiran. Mulai dari persalinan Rafasya hingga rawat inap anak kedua kami saat terkena tifoid, semuanya dijamin JKN. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi,” ungkap Novi.

Pengalaman itu membuat Novi semakin sadar pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif. Ia juga menekankan bahwa data anggota keluarga yang menjadi tanggungan harus tercatat lengkap dan benar agar tidak menimbulkan kendala saat layanan dibutuhkan.

“Dari awal bekerja, keluarga saya sudah terdaftar sebagai tanggungan di instansi tempat saya bekerja. Saya tidak menyangka kepatuhan dalam melaporkan data kepesertaan dengan lengkap dan benar ternyata sangat membantu ketika anak membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutur Novi.

Ia juga menilai proses administrasi di rumah sakit kini lebih praktis. Novi tidak perlu membawa banyak dokumen fisik karena layanan JKN sudah bisa diakses secara digital.

“Saat di rumah sakit, saya hanya menunjukkan kartu JKN digital dari Aplikasi Mobile JKN atau nomor induk kependudukan (NIK) anak saja. Kemudian, pihak rumah sakit menerimanya dengan baik dan memberikan kepastian layanan. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa layanan JKN semakin mudah, cepat dan praktis aksesnya,” tambah Novi.

Dari sisi pelayanan, Novi mengaku semua proses berjalan lancar. Ia juga memuji tenaga kesehatan yang memberikan layanan tanpa membedakan pasien.

“Selama menggunakan BPJS Kesehatan, kami tidak pernah mengalami kendala. Pelayanannya berjalan lancar dan petugas medis berusaha memberikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan pasien. Ruang rawat inapnya juga nyaman sesuai hak kelas rawat kami,” tutur Novi.

Novi berharap BPJS Kesehatan terus menjaga komitmen dalam menyelenggarakan JKN secara mudah, cepat, dan setara. Ia pun optimistis inovasi yang memudahkan peserta akan terus berkembang.

“Harapan saya, semoga Rafasya cepat sembuh dan kembali ceria. Tanpa program JKN, mungkin saya tidak punya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berobat secepat dan sebagus ini. Untuk peserta JKN lainnya, jangan khawatir berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Selama mengikuti prosedur dan kepesertaan aktif, JKN akan melindungi kita,” tutup Novi.

Rekomendasi