Padang – Universitas Andalas (Unand) menjadi pusat perhatian dalam upaya perumusan ulang sejarah nasional Indonesia. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI pada Kamis (3/7/2025), yang menyoroti kontribusi aktif Unand dalam proyek penulisan sejarah yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan.
Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D., menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam penulisan sejarah. Menurutnya, narasi sejarah Indonesia yang baru harus mengakomodasi suara-suara dari berbagai elemen masyarakat. “Kami mendukung penuh proses ini agar berjalan secara ilmiah, partisipatif, dan bebas dari politisasi,” ujarnya. Efa Yonnedi menambahkan, Unand berkomitmen untuk memastikan representasi yang adil bagi daerah, perempuan, komunitas adat, serta kelompok marjinal lainnya.
Unand sendiri telah menunjuk lima dosen sebagai penulis dalam proyek ini, yaitu Prof. Gusti Asnam, Dr. Zayardam, Dr. Nopriasman, Dr. Israr, dan Dr. Hari Effendi.
Ketua Tim Kunjungan Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., menjelaskan bahwa penulisan sejarah ini merupakan upaya rekonstruksi menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa penting yang membentuk jati diri bangsa. Kurniasih Mufidayati pada Kamis (3/7/2025) menegaskan, narasi sejarah Indonesia harus ditulis dengan cakupan yang lebih luas, mencakup keragaman pengalaman kolektif bangsa dari berbagai sudut pandang dan wilayah.
Lebih lanjut, Kurniasih Mufidayati menjelaskan, penulisan sejarah ini bukan hanya sekadar mencatat masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi identitas nasional di masa depan. Penulisan sejarah ini akan dilakukan dalam 11 jilid yang disusun secara sistematis, mulai dari Sejarah Awal Nusantara, Nusantara dalam Jaringan Global (India, Cina, dan Timur Tengah), interaksi dengan Barat, Respons terhadap Penjajahan, Pergerakan Kebangsaan, hingga Perang Kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, akan dibahas pula masa pasca kemerdekaan seperti Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi, Orde Baru (1967-1998), Era Reformasi (1999-2024), dan ditutup dengan Faktaneka dan Indeks.
Proyek penulisan kembali sejarah Indonesia ini melibatkan sekitar 113 penulis dan 20 editor dari berbagai daerah dan latar belakang keilmuan. Kehadiran Komisi X DPR RI di Unand bertujuan untuk menyerap aspirasi dari para akademisi dan sejarawan lokal, dengan harapan penulisan ini benar-benar mencerminkan keberagaman identitas bangsa Indonesia.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut anggota Komisi X lainnya, antara lain Mercy Chriesty Barends, S.T., Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si., Muhammad Hilman Mufidi, S.E., S.H., dan Melly Goeslaw.
Unand berharap dapat memberikan kontribusi berupa gagasan-gagasan kritis dan konstruktif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam merawat demokrasi budaya dan ingatan sejarah bangsa melalui forum ini.







